Harga perak PT Aneka Tambang Tbk (Antam) naik mengikuti harga perak dunia pada Senin, (8/6/2026).
PerbesarHarga perak (Ilustrasi perak-silver by AI)
, Jakarta – Harga perak PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menguat pada Senin, (8/6/2026). Penguatan harga perak Antam hari ini mengikuti harga perak dunia dan harga emas antam.
Mengutip laman logammulia.com, harga perak Antam naik Rp 200 menjadi Rp 45.800. Pada perdagangan sebelumnya, harga perak Antam berada di Rp 45.600. Sementara itu, mengutip tradingeconomics.com, harga perak Antam naik 0,47% menjadi US$ 67,57.
Harga perak diperdagangkan mendekati US$ 68 per ounces pada Senin, 8 Juni 2026 setelah anjlok hampir 10% pekan lalu ke level terendah dalam lebih dari dua bulan. Hal ini karena ketegangan yang kembali meningkat di Timur Tengah mendorong harga minyak lebih tinggi dan memicu kekhawatiran tentang inflasi dan suku bunga.
Iran meluncurkan beberapa rudal ke arah Israel sebagai peringatan terhadap tindakan militer lebih lanjut di Lebanon, meskipun militer Israel mengatakan, semua proyektil berhasil dicegat dan tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.
Konflik yang berkepanjangan dan penutupan Selat Hormuz yang terus berlanjut telah mengganggu pasokan energi dari Teluk Persia, mendukung harga minyak yang lebih tinggi dan meningkatkan kekhawatiran inflasi.
Pada saat yang sama, data ketenagakerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan menekan logam mulia pekan lalu dengan memperkuat ekspektasi Federal Reserve (the Ged) dapat menaikkan suku bunga akhir tahun ini. Pasar sekarang memperkirakan sekitar 70% kemungkinan kenaikan suku bunga Fed pada Desember, naik dari sekitar 50% sebelum laporan pekerjaan.
Prediksi Harga Emas Pekan Ini, Naik atau Turun?
PerbesarIlustrasi harga emas dunia hari ini (Foto By AI)
Sebelumnya, harga emas dunia diprediksi mengalami fluktuasi dalam satu pekan ke depan. Sentimen penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dinilai masih mempengaruhi pelemahan harga emas dunia.
Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi memperkirakan rentang harga emas dunia sepekan ke depan.
“Jadi dalam sepekan untuk emas dunia kemungkinan besar akan diperdagangkan di USD 4.153 per troy ounce sampai di USD 4.560 per troy once,” kata Ibrahim, dikutip Senin (8/6/2026).
Dia memperkirakan Bank Sentral AS akan menaikkan suku bunga acuannya, dan akan berdampak pada penguatan mata uang dolar AS. Hal tersebut disinyalir akan berpengaruh pada penurunan harga emas dunia, dan merembet pada pelemahan logam mulia.
“Nah ini yang membuat apa? Membuat dolar kembali lagi mengalami penguatan sehingga berdampak terhadap penurunan harga emas dunia. Ya emas dunia pun juga akhirnya melemah kemudian logam mulia pun juga melemah,” tutur Ibrahim.
“Secara teknikal bahwa harga emas dunia kemarin ditutup di USD 4.327 per troy ounce. Apabila melemah ya di level support pertama itu di USD 4.264 per troy ounce ya kemudian kalau melemah kembali di level support kedua di USD 4.153 per troy ounce,” beber dia.
Meski demikian, jika harga emas dunia naik berada pada resisten pertama pada level USD 4.384 per troy ounce serta resisten kedua pada USD 4.560 per troy ounce.
Harga Logam Mulia
PerbesarHarga emas Antam lebih mahal Rp 13.000 menjadi Rp 2.665.000 per gram. Tampak dalam foto, seorang karyawan memegang beberapa perhiasan emas di sebuah toko perhiasan di Banda Aceh pada Rabu 14 Januari 2026. (CHAIDEER MAHYUDDIN/AFP)
Ibrahim juga melihat harga logam mulia akan turut bergerak. Prediksinya, logam mulia diperdagangkan di level Rp 2.630.000 per gram kemudian resistennya di Rp 2.830.000 per gram.
“Kalau logam mulianya kemarin itu ditutup di Rp2.738.000 rupiah per gram. Artinya apa? Pertahanan logam mulia ini ketahan oleh pelemahan mata uang rupiah,” ucap dia.
“Kalau seandainya melemah level support-nya di Rp 2.708.000 per gram. Kalau seandainya melemah kembali kemungkinan besar harga logam mulia itu di Rp 2.630.000 (per gram),” jelas dia.
