Bagaimana gempa dahsyat pada 7 Juni 1692 ini bisa menenggelamkan sebagian besar Kota Port Royal ke laut?
PerbesarIlustrasi gempa bumi (Photo: AFP/Frederick Florin)
, Kingston- Pada 7 Juni 1692 gempa bumi dahsyat mengguncang Port Royal, Jamaika, yang saat itu dikenal sebagai salah satu kota terkaya dan tersibuk di Karibia. peristiwa tersebut masih dikenang sebagai salah satu bencana alam paling dahsyat dalam sejarah Karibia. Gempa itu menenggelamkan sebagian besar wilayahnya ke dasar laut hanya dalam hitungan menit.
Dilansir dari EBSCO pada Minggu (7/6/2026), Port Royal pada akhir abad ke-17 merupakan salah satu kota pelabuhan paling makmur di kawasan Karibia. Kota tersebut dihuni sekitar 6.500 penduduk dan memiliki lebih dari 2.000 bangunan. Kekayaan Port Royal berasal dari perdagangan laut, penyelundupan, serta aktivitas para pelaut yang menjadikan kota itu sebagai pusat ekonomi penting di kawasan tersebut.
Namun kejayaan itu berakhir pada pagi hari 7 Juni 1692 ketika gempa bumi besar mengguncang wilayah Jamaika. Getaran kuat menyebabkan fenomena likuifaksi, yaitu kondisi ketika tanah kehilangan kekuatannya dan berubah seperti cairan. Akibatnya, bangunan-bangunan ambruk, jalanan terbelah, dan sebagian kota perlahan tenggelam ke laut.
Tak lama kemudian, tsunami besar menerjang pesisir dan memperparah kerusakan. Sekitar 60 persen wilayah Port Royal dilaporkan tenggelam ke bawah permukaan laut hingga kedalaman sekitar 12 meter.
Bencana tersebut menewaskan sekitar 2.000 orang secara langsung, sementara sekitar 1.000 korban lainnya meninggal akibat dampak lanjutan di berbagai wilayah Jamaika. Setelah tragedi itu, banyak penyintas memilih meninggalkan kota dan enggan kembali.
Port Royal pun kehilangan statusnya sebagai pusat perdagangan utama. Seiring waktu, aktivitas ekonomi dan pemerintahan beralih ke Kingston yang berada di seberang pelabuhan dan kemudian berkembang menjadi kota terpenting di Jamaika.
Hingga kini, sisa-sisa Port Royal yang berada di bawah laut masih menjadi objek penelitian para arkeolog. Kota yang pernah dikenal sebagai salah satu pelabuhan terkaya di dunia itu menjadi bukti bagaimana satu bencana alam dapat mengubah sejarah sebuah wilayah untuk selamanya.
