Industri rokok masih menjadi sektor yang menyerap banyak tenaga kerja dari hulu hingga hilir
PerbesarIlustrasi ratusan buruh Indonesia bekerja di pabrik tembakau memproduksi rokok kretek. (AFP/AMAN RAHMAN)
, Jakarta – Industri Hasil Tembakau (IHT) masih menjadi sektor yang berkontribusi signifikan pada penyerapan tenaga kerja dari hulu hingga hilir. Selain itu, industri ini menjadi penopang penerimaan keuangan negara melalui setoran cukai.
Ketua Umum Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (Gappri) Henry Najoan mengatakan saat ini ada sekitar 6 juta orang yang mencari nafkah di sektor pertembakauan, mulai dari buruh tani, pekerja pabrik, hingga mata rantai perdagangan eceran.
Namun sayangnya saat ini ekosistem industri rokok telah dikepung oleh sejumlah regulasi yang tumpang tindih, di mana terdapat ratusan aturan di tingkat pusat hingga daerah yang menyasar lini bisnis pertembakauan.
“Regulasi yang semakin ketat berpotensi mendorong peredaran rokok ilegal. Pada akhirnya, kondisi ini justru merugikan negara dan menciptakan distorsi di pasar,” katanya dikutip dari Antara, Senin (8/6/2025).
Menurut dia, tekanan terhadap IHT terlihat dari tren penurunan volume produksi rokok dalam beberapa tahun terakhir yang mana pada 2019 ketika tarif cukai tidak mengalami kenaikan, produksi rokok nasional mampu mencapai angka 357 miliar batang.
Namun, sepanjang periode 2020-2025 angka produksi terus mengalami penyusutan, termasuk penurunan sebesar 3 persen yang terjadi pada 2024-2025.
Henry menegaskan, banyaknya regulasi yang menekan industri ini, dikhawatirkan menciptakan ketidakpastian hukum di lapangan dan berisiko mematikan keberlangsungan ekosistem industri dari hulu sampai ke hilir.
“Perumusan kebijakan semestinya mempertimbangkan dampak sosial dan ekonomi secara menyeluruh agar menjaga stabilitas masyarakat,” tutup dia.
Pentas Bola Dunia 2026
- Sambut Piala Dunia 2026, Jersey Tim Peserta Dipamerkan di Jakarta44 menit yang lalu
- Piala Dunia 2026 Masih Milik Negara Eropa dan Amerika Latin2 jam yang lalu
- Nazar Unik Lamine Yamal dan Optimisme Spanyol Raih Gelar Piala Dunia 20263 jam yang lalu
- Klarifikasi Rafael Leao Usai Diganjar Kartu Merah saat Hadapi Chile: Cuma Ingin Bela Rekan Setim4 jam yang lalu
- Apa Alasan Lamine Yamal Selalu Memakai Perban di Tangannya?4 jam yang lalu
- Piala Dunia 2026: Insiden Penembakan di Dekat Markas Inggris di Kansas City Timbulkan Sorotan soal Keamanan4 jam yang lalu
- Prediksi Eks Pemain MU tentang Juara Piala Dunia 2026: Bukan Argentina atau Brasil, Prancis Jadi Favorit4 jam yang lalu
- Update Timnas Brasil Jelang Piala Dunia 2026: Raphinha Akui Belum Capai Kondisi Terbaik4 jam yang lalu
- Timnas Prancis dan Misi ‘Ending’ Bersama Didier Deschamps di Piala Dunia 20265 jam yang lalu
- 2 Pemain Kunci Timnas Maroko Cedera Menjelang Piala Dunia 20265 jam yang lalu
- Maroko dan Gelombang Kebangkitan Negara Afrika Siap Mengguncang Piala Dunia 20265 jam yang lalu
- Menuju Piala Dunia 2026: Inggris Diminta Maksimalkan Ketajaman Harry Kane5 jam yang lalu
Lihat Selengkapnya
