[BeritaLokal], Jakarta — Irish Bella tak mau jadi “pembantu” di balik layar. Di tengah sorotan, ia memilih jalan sendiri: jadi produser eksekutif film Dosa: Penebusan atau Pengampunan, dan menolak tawaran kameo — meski sudah sering dianggap “bintang yang tak pernah keluar dari panggung”.
Dua tahun lalu, Irish Bella masih memainkan peran-peran sinetron papan atas, dari Anugerah Cinta hingga Saleha. Tapi sekarang? Ia berdiri di belakang kamera, mengatur alur cerita, memilih katering, menyesuaikan jadwal, dan mengawasi detail kecil yang bisa bikin produksi terasa seperti orkestra yang harus beriringan sempurna — dan ia, sebagai produser, adalah komandan.
“Enggak sih, kali ini. Sudah pusing mengurus angka. Pas ditawari mau main enggak? (Saya bilang) enggak, mau mengurus ini saja,” katanya dengan tulus di Epicentrum XXI Jakarta, Senin (8/6/2026). Ia tak ingin memilih antara “bermain” atau “berproduksi” — ia ingin menjadi “pemimpin”.
Dulu, ia belajar memainkan peran. Sekarang, ia belajar memimpin pergerakan. Dari memilih lokasi syuting, hingga memastikan katering segala macam, Irish Bella mengatakan: “Kayak orkestra. Produser eksekutif ini yang memimpin. Begitu banyak yang diurus dari hal-hal besar sampai kecil kayak katering segala macam itu dikupas tuntas.”
Dan ini bukan cuma pekerjaan — ini takdir. Dengan dukungan suaminya, Haldy Sabri, ia berhasil membangun HAS Pictures, rumah produksi pertama yang ia bangun sendiri. Dosa: Penebusan atau Pengampunan — debutnya di bioskop — bukan sekadar film. Ini adalah tanda bahwa dunia yang ia pahami sebelumnya, kini berubah menjadi dunia yang ia membangun.
Film ini mengisahkan Bima dan Ersya yang kecelakaan di luar kota, lalu menemukan Hotel Samsara — tempat yang penuh teror, tapi juga penuh refleksi. Sutradara Sondang Pratama menjelaskan: “Karena melihat zaman sekarang kayaknya orang mulai menormalkan segala sesuatu tindak kejahatan. Jadi, kenapa dosa? Selain refleksi diri kita sendiri, manusia enggak luput dari dosa, saya mencoba merefleksikan dan menerjemahkan itu di film ini.”
Irish Bella, yang dulu hanya tahu “mengambil peran”, kini tahu: “Sangat seru, mudah-mudahan ini bukan proyek pertama dan terakhir.” Ia ingin tahu apa yang akan terjadi selanjutnya — dan siapa yang akan menjadi pembuat cerita selanjutnya di balik layar.
Karena, untuk Irish Bella, tak ada “pemimpin” yang lebih besar daripada dirinya sendiri. Dan sekarang? Ia sedang memimpin orkestra — satu per satu, satu suara, satu detik, satu pilihan — untuk membuat film ini, dan mungkin, untuk membuat dunia ini, lebih bermakna.