Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 0,56% dan nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS sebesar 0,93% pekan lalu.
PerbesarPedagang bekerja di New York Stock Exchange, New York. (AP Photo/Seth Wenig, file)
, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kompak melemah pada pekan lalu. Sejumlah sentimen domestik terutama data ekonomi membayangi IHSG dan rupiah.
Mengutip riset Syailendra, Senin, (8/6/2026), pekan lalu, Indonesia merilis beberapa data ekonomi Mei 2026 antara lain inflasi mencapai 3,08% (vs sebelumnya 2,42%) dan inflasi inti 2,59% (vs sebelumnya 2,44%). Indeks Manufaktur Mei 2026 tercatat 50 dari posisi April 2026 di 49,1. Selain itu, Indonesia masih mencatat surplus neraca dagang sebesar US$ 0,90 miliar pada April 2026 dari sebelumnya Maret 2026 sebesar US$ 3,32 miliar.
Data ekonomi lainnya yakni defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir Mei tercatat 0,7% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dari sebelumnya 0,6%. Sementara itu, dari realisasi pendapatan tercatat 37,6% dari APBN senilai Rp 1.185 triliun atau naik 19,1% YoY. Sedangkan realisasi belanja negara tercatat 35,5% dari APBN atau senilai Rp 1.365 triliun, naik 34,4% YoY.
Selain itu, yield Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) telah menyentuh 7,2% pada penerbitan terakhir. Sementara itu, penerbitan SRBI telah mencapai Rp 534,9 triliun sejak awal 2026. Kenaikan yield ini dilakukan untuk memperkuat rupiah yang melemah ke level 18.000 terhadap dolar AS.
Selanjutnya, Bank Indonesia dan Menteri Keuangan menyepakati dua langkah koordinasi moneter-fiskal untuk memperkuat stabilitas rupiah. Pertama, meningkatkan imbal hasil aset domestik untuk kembali menarik arus modal asing. Kedua, menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan melalui pengelolaan kas pemerintah oleh Bank Indonesia.
Dalam riset Syailendra juga menyebutkan, BPI Danantara berencana menerbitkan obligasi dalam denominasi dolar AS senilai US$ 5 miliar atau setara Rp 89,5 triliun. Danantara telah menunjuk Citi, DBS, HSBC, Mandiri Sekuritas dan Standard Chartered bertindak sebagai manajer utama dan penjamin emisi.
IHSG dan Rupiah Kompak Turun
PerbesarPengunjung tengah melintasi layar pergerakan saham di BEI, Jakarta, Senin (13/2). Pembukaan perdagangan bursa hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat menguat 0,57% atau 30,45 poin ke level 5.402,44. (/Angga Yuniar)
Seiring sentimen itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat melemah 0,93% ke 17.840 pekan lalu. Indeks Dolar AS juga turun 0,11% ke level 99,87.
Di pasar obligasi, imbal hasil obligasi pemerintah Indonesia bertenor 10 tahun stagnan di 6,73% yang diikuti dengan aliran dana investor asing yang keluar mencapai Rp 830 miliar. Sedangkan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) bertenor 10 tahun turun dari 4,55% ke 4,46% pada pekan lalu.
Dari pasar saham Indonesia, IHSG melemah 0,56% ke level 6.127 dengan aliran dana investor asing yang keluar Rp 3,7 triliun. Sedangkan di wall street, tiga indeks acuan kompak menguat. Indeks Nasdaq mendaki 2,2%, indeks S&P 500 menguat 1,2% dan indeks Dow Jones bertambah 0,2%.
Lalu data ekonomi yang akan dicermati pekan ini apa saja?
Indonesia:
8 Juni 2026: Pengumuman cadangan devisa
10 Juni 2026: Indeks kepercayaan konsumen
Amerika Serikat:
9 Juni 2026: Neraca perdagangan
Pentas Bola Dunia 2026
- Sambut Piala Dunia 2026, Jersey Tim Peserta Dipamerkan di Jakarta4 menit yang lalu
- Piala Dunia 2026 Masih Milik Negara Eropa dan Amerika Latin1 jam yang lalu
- Nazar Unik Lamine Yamal dan Optimisme Spanyol Raih Gelar Piala Dunia 20263 jam yang lalu
- Klarifikasi Rafael Leao Usai Diganjar Kartu Merah saat Hadapi Chile: Cuma Ingin Bela Rekan Setim3 jam yang lalu
- Apa Alasan Lamine Yamal Selalu Memakai Perban di Tangannya?3 jam yang lalu
- Piala Dunia 2026: Insiden Penembakan di Dekat Markas Inggris di Kansas City Timbulkan Sorotan soal Keamanan4 jam yang lalu
- Prediksi Eks Pemain MU tentang Juara Piala Dunia 2026: Bukan Argentina atau Brasil, Prancis Jadi Favorit4 jam yang lalu
- Update Timnas Brasil Jelang Piala Dunia 2026: Raphinha Akui Belum Capai Kondisi Terbaik4 jam yang lalu
- Timnas Prancis dan Misi ‘Ending’ Bersama Didier Deschamps di Piala Dunia 20264 jam yang lalu
- 2 Pemain Kunci Timnas Maroko Cedera Menjelang Piala Dunia 20264 jam yang lalu
- Maroko dan Gelombang Kebangkitan Negara Afrika Siap Mengguncang Piala Dunia 20264 jam yang lalu
- Menuju Piala Dunia 2026: Inggris Diminta Maksimalkan Ketajaman Harry Kane4 jam yang lalu
Lihat Selengkapnya
