beritalokal.my.id, Jakarta – Dua penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) asal Indonesia akan menerima penghargaan anumerta berupa Medali Dag Hammarskjöld dalam upacara peringatan Hari Internasional Penjaga Perdamaian PBB yang diselenggarakan di Markas Besar PBB, New York, pada Jumat, 5 Juni 2025.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian dan pengorbanan mereka dalam menjalankan misi perdamaian PBB.
Kedua personel Indonesia yang akan dianugerahi penghargaan tersebut adalah Kopral Dua Eko Prambudi Santoso, yang bertugas pada Misi Stabilisasi Organisasi PBB di Republik Demokratik Kongo (MONUSCO) dan Brigadir Polisi Kepala Sri Widodo, yang bertugas pada Misi Stabilisasi Terpadu Multidimensi PBB di Republik Afrika Tengah (MINUSCA). Keduanya gugur saat menjalankan tugas pada tahun 2025. Demikian pernyataan tertulis yang dibagikan Pusat Informasi PBB di Jakarta, Jumat (29/5).
Penganugerahan akan dilakukan oleh Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.
Secara keseluruhan, Medali Dag Hammarskjöld akan diberikan secara anumerta kepada 68 personel militer, polisi, dan sipil penjaga perdamaian yang gugur dalam menjalankan tugas, termasuk 59 personel yang meninggal dunia sepanjang tahun lalu. Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal PBB juga akan meletakkan karangan bunga untuk mengenang hampir 4.500 penjaga perdamaian yang telah kehilangan nyawa sejak operasi penjaga perdamaian PBB pertama dibentuk pada tahun 1948.
Medal Dag Hammarskjöld adalah penghargaan tertinggi yang diberikan oleh PBB kepada personel militer, polisi, dan sipil yang kehilangan nyawa saat bertugas dalam operasi penjaga perdamaian PBB.
Komitmen Indonesia bagi Perdamaian Dunia
PerbesarIlustrasi pasukan penjaga perdamaian PBB (Marco Dormino/AP)
Indonesia merupakan salah satu kontributor utama bagi operasi penjaga perdamaian PBB dan saat ini menempati posisi keenam terbesar di dunia. Indonesia mengirimkan hampir 2.000 personel militer dan polisi, termasuk 156 perempuan, untuk mendukung berbagai misi perdamaian PBB di Abyei, Republik Afrika Tengah, Siprus, Republik Demokratik Kongo, Lebanon, Sudan Selatan, dan Sahara Barat.
Tahun ini, Indonesia juga kehilangan empat penjaga perdamaian yang bertugas bersama Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) di tengah konflik Israel-Hizbullah. Sesuai mekanisme PBB, mereka akan menerima Medali Dag Hammarskjöld secara anumerta pada upacara peringatan tahun depan.
Saat ini, lebih dari 50.000 personel sipil, militer, dan polisi dari 118 negara bertugas dalam 11 misi penjaga perdamaian PBB di berbagai kawasan konflik dunia. Di tengah meningkatnya kompleksitas konflik global dan keterbatasan sumber daya, operasi penjaga perdamaian PBB tetap menjadi instrumen penting dalam melindungi warga sipil, mendukung proses politik, memantau gencatan senjata, serta memfasilitasi bantuan kemanusiaan.
Dalam pesannya untuk peringatan tahun ini, Guterres menegaskan pentingnya menghormati jasa para penjaga perdamaian yang telah gugur dan memperkuat dukungan terhadap operasi perdamaian PBB.
“Pada Hari Internasional ini, kita menghormati para penjaga perdamaian, baik yang telah mendahului kita maupun yang masih bertugas saat ini, serta menegaskan kembali tanggung jawab bersama kita untuk mendukung dan memperkuat kerja mereka,” ujar Guterres.
Hari Internasional Penjaga Perdamaian PBB diperingati setiap tanggal 29 Mei berdasarkan resolusi Majelis Umum PBB tahun 2002. Tanggal tersebut dipilih untuk mengenang pembentukan operasi penjaga perdamaian pertama PBB, United Nations Truce Supervision Organization (UNTSO), pada 29 Mei 1948.
