beritalokal.my.id, Jakarta – Struktur kepemilikan saham PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) mengalami perubahan setelah GXS Bank Pte. Ltd. meningkatkan kepemilikan sahamnya, sementara Singtel Alpha Investments Pte. Ltd. melepas seluruh saham yang dimilikinya.
Melansir keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Minggu (31/5/2026), pada 29 Mei 2026, GXS Bank menambah kepemilikan saham SUPA dari 3.538.848.642 saham atau setara 10,44% menjadi 5.985.442.692 saham atau 17,66% hak suara.
Dengan demikian, GXS Bank tercatat menambah kepemilikan sekitar 2,45 miliar saham SUPA. Dalam laporan tersebut, GXS Bank menyebut tujuan transaksi adalah strategic reorganization atau reorganisasi strategis.
Pada tanggal yang sama, Singtel Alpha Investments Pte. Ltd. melaporkan melepas seluruh kepemilikan sahamnya di SUPA. Sebelum transaksi, Singtel Alpha memiliki 2.493.833.503 saham atau setara 7,36% hak suara. Setelah transaksi, kepemilikannya menjadi nol saham atau 0% hak suara.
Singtel Alpha menjelaskan bahwa transaksi tersebut dilakukan dalam rangka internal restructuring atau restrukturisasi internal.
Kedua laporan tersebut disampaikan sesuai ketentuan Peraturan OJK Nomor 4 Tahun 2024 tentang Laporan Kepemilikan atau Perubahan Kepemilikan Saham Perusahaan Terbuka dan Aktivitas Menjaminkan Saham Perusahaan Terbuka.
A5-DB Holdings Tambah Kepemilikan SUPA 253 Juta Lembar
PerbesarPekerja berbincang di dekat layar indeks saham gabungan di BEI, Jakarta, Selasa (4/4). Pada pemukaan indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini naik tipis 0,09% atau 4,88 poin ke level 5.611,66. (beritalokal.my.id/Angga Yuniar)
Sebelumnya, A5-DB Holdings Pte. Ltd. kembali meningkatkan kepemilikan sahamnya di PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA). A5-DB Holdings melaporkan telah melakukan pembelian saham secara tidak langsung sebanyak 253.914.400 saham melalui dua transaksi pada 24 dan 25 Februari 2026.
Melansir keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (25/2/2026), rinciannya, pembelian pertama dilakukan pada 24 Februari 2026 sebanyak 130.000.000 saham dengan harga Rp1.100 per saham. Selanjutnya pada 25 Februari 2026, perseroan kembali membeli 123.914.400 saham dengan harga Rp1.150 per saham. Seluruh transaksi disebut bertujuan untuk investasi.
Dengan tambahan tersebut, jumlah saham yang dimiliki A5-DB Holdings meningkat dari 4.842.642.495 saham (14,29%) menjadi 5.096.556.895 saham atau setara 15,04% hak suara setelah transaksi.
Dalam laporan itu juga ditegaskan bahwa investor bukan merupakan pengendali perseroan dan transaksi tidak mengubah status pengendalian.
Penyampaian laporan ini dilakukan sesuai ketentuan POJK Nomor 4 Tahun 2024 mengenai pelaporan kepemilikan dan perubahan kepemilikan saham perusahaan terbuka.
Sebelumnya, Aksi korporasi kembali dilakukan oleh Grab Holdings melalui A5-DB Holdings dengan meningkatkan investasinya di PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA), bank digital hasil kolaborasi dengan Emtek Group.
Pembelian Saham
Berdasarkan laporan keterbukaan informasi BEI, dikutip Selasa (24/2/2026), pembelian saham dilakukan melalui entitas A5-DB Holdings Pte. Ltd. dalam beberapa tahap sepanjang Februari 2026.
Transaksi pertama berlangsung pada 6 Februari 2026, ketika A5-DB mengakuisisi 158.070.000 saham dengan harga Rp 899 per lembar. Langkah ini menjadi sinyal awal penguatan posisi Grab dalam struktur pemegang saham bank digital tersebut.
Tidak berhenti di situ, pada 18 Februari 2026, A5-DB kembali melakukan pembelian sebanyak 79.000.000 saham dengan harga Rp 1.100 per saham. Selang lima hari kemudian, tepatnya 23 Februari 2026, aksi serupa dilakukan dengan memborong 120.000.000 saham di harga yang sama.
Jika di-total, sepanjang bulan ini Grab telah mengoleksi 353.070.000 saham SUPA dengan estimasi nilai transaksi sekitar Rp 361 miliar. Seluruh pembelian dilakukan dengan status kepemilikan langsung dan ditujukan sebagai investasi jangka panjang.
Setelah transaksi tersebut, kepemilikan A5-DB di SUPA meningkat menjadi 4,82 miliar saham atau setara 14,29%. Sebelumnya, porsi kepemilikannya tercatat 4,48 miliar saham atau sekitar 13,23%, menandakan adanya penguatan signifikan dalam struktur pemegang saham.
