beritalokal.my.id, Jakarta – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) buka suarasebuah pipa gas bocor yang terjadi di wilayah Kranji, Bekasi pada Jumat, 29 Mei 2026. Kebocoran ini terjadi diduga imbas adanya proyek lain di sekitar area.
Area Head PGN Bekasi Listya mengatakan, tim operasional PGN telah bergerak cepat melakukan penanganan langsung di lokasi jaringan gas bumi di Jl. Nangka Raya, Kranji, Bekasi.
“Langkah antisipasi ini diambil menyusul adanya indikasi gangguan pada jaringan gas yang diduga terdampak oleh aktivitas pekerjaan pihak ketiga di sekitar area tersebut,” ujar Listya dalam keterangan resmi, Sabtu (30/5/2026).
PGN juga telah melakukan isolasi jaringan pada area terdampak, termasuk melakukan penutupan aliran gas melalui valve terdekat. Melalui penutupan tersebut, perusahaan memastikan bahwa sudah tidak ada lagi semburan gas di lokasi kejadian.
Langkah penanganan teknis lanjutan serta proses perbaikan pipa juga sedang berjalan secara intensif guna memastikan kondisi jaringan dapat segera kembali normal, sekaligus meminimalkan dampak terhadap layanan pelanggan.
Berdasarkan pemantauan terkini di lapangan, Listya menyampaikan bahwa situasi di lokasi kini dalam keadaan aman dan terkendali.
“PGN juga terus berkoordinasi secara intensif dengan pihakguna memastikan proses perbaikan berjalan dengan lancar dan aman. Bagi masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135,” tutur dia.
Gara-Gara Tekena Beko
Dengan adanya kebocoran pipa gas ini, Ketua RW 07 Kelurahan Kranji, Fahmi mengklaim bahwa insiden tersebut akibat terkena beko, atau exkavator yang difungsikan untuk pekerjaan saluran air.
“Ada pekerjaan beko, beko itu pekerjaan saluran air. Nah dari situ mengenailah mungkin pipa gas karena semburannya sangat kuat. Dan tercium bau, bau gas lah,” kata Fahmi kepada beritalokal.my.id, dikutip dari kanal Peristiwa beritalokal.my.id.
Fahmi menyebut, sejumlah pihak seperti PT PGN, PDAM, hingga pemadam kebakaran (Damkar) langsung bergerak cepat ke lokasi kejadian. “Reaksinya sih cepat lah ya, jadi cepat langsung tertangani gitu,” kata dia.
Kata PGN
Sementara itu, Liestya Heryani Dewi PT PGN (Persero) Area Head Bekasi, mengatakan kebocoran ini akibat pekerjaan pihak ketiga. Tak berselang lama, pihak PGN langsung melokalisir area kejadian.
“Kemudian kami juga memastikan masyarakat tidak terdampak, gitu,” kata Liestya saat dihubungi beritalokal.my.id beberapa waktu lalu.
Meski ada kaitan dengan pihak ketiga, Liestya belum bisa menjelaskan penyebab pasti karena harus melakukan analisis teknis lapangan. Hingga kini, PGN masih melakukan identifikasi kerusakannya.
Ia menerangkan, posisi pipa gas PGN berada di bawah pipa air. Oleh karena itu, pipa air tersebut harus dikosongkan terlebih dahulu untuk bisa melakukan identifikasi dan perbaikan.
“Kita akan melakukan upaya perbaikan dengan mengosongkan aliran airnya terlebih dahulu, baru kemudian terlihat kerusakannya seberapa parah, dan itu baru bisa kita tentukan upaya perbaikannya,” jelas dia.
