BeritaLokal, Jakarta – Dirigen kondang Agustinus Bambang Jusana meninggal dunia pada Selasa, 16 Juni 2026, pukul 20.39 WIB di RS Carolus Jakarta, dalam usia 56 tahun. Kabar duka ini dikonfirmasi oleh Julius Firdaus, Direktur Bina Musika Jakarta, melalui pesan WhatsApp pada 19 Juni 2026.
Sebagai musisi paduan suara sekaligus pendidik berdedikasi tinggi, Agustinus Bambang Jusana dikenal sebagai sosok yang menginspirasi generasi musisi Indonesia dengan kepribadian hangat dan semangat membangun kualitas seni. Dalam hidupnya, ia membawakan kehidupan melalui pemberdayaan para penyanyi muda, pembuatan karya musikal, dan pengabdian sebagai mentor di bidang paduan suara.
Pernah merasakan kepemimpinan dan pengaruhnya? Bambang Jusana dikenal sebagai seorang dirigen yang menggabungkan keahlian teknis dengan empati dalam membimbing para penyanyi. Ia juga menjadi pendiri dan mantan direktur Bina Musika Jakarta, lembaga pendidikan musik yang berkontribusi signifikan pada pengembangan keterampilan vokal di Indonesia.
Bambang Jusana lahir pada 9 April 1970 dari keluarga biasa di Jawa Barat. Minatnya terhadap seni paduan suara muncul saat ia menjadi anggota Paduan Suara Mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan, Bandung. Dari kegiatan kemahasiswaan ini, ia mengembangkan visinya sebagai dirigen yang ingin membangun dunia musik Indonesia.
Dalam pengabdiannya, Bambang Jusana terlibat dalam berbagai proyek musikal, termasuk bersama Svara Deva Male Choir. Ia juga dikenal memiliki sifat ramah dan penuh semangat, yang menunjukkan bahwa kepergian dirinya tidak hanya menghilangkan kehadiran seorang dirigen, tetapi juga meninggalkan warisan nilai-nilai musikal yang terus hidup dalam setiap nada yang dihasilkan.
Kabar kehilangan menyedihkan bagi keluarga, sahabat, dan ribuan penyanyi Indonesia. Menurut Julius Firdaus, Bambang Jusana adalah sosok yang tidak hanya berkontribusi pada dunia musik, tetapi juga menjadi pilar dalam membangun komunitas paduan suara di Tanah Air.
Dalam kesempatan wawancara, mantan konduktor Aning Katamsi menyampaikan bahwa Bambang Jusana adalah sosok yang baik dan menyenangkan. Ia dikenal memiliki suara unik dengan khas “ngebas” dan “nyunda”, di balik itu terdapat kecintaan dan dedikasi tinggi pada dunia musikal.
Kerabat dan rekan musisi mengapresiasi pengabdian Bambang Jusana sebagai mentor yang tulus, seorang dirigen yang memotivasi para penyanyi untuk berkarya dengan kualitas terbaik. Dengan kepergian dia, dunia paduan suara Indonesia mengalami perubahan besar dalam penerjemah seni musikalnya.
BeritaLokal, Jakarta, Kehilangan Agustinus Bambang Jusana menimbulkan rasa duka yang mendalam bagi seluruh komunitas musik di Indonesia. Dengan pengabdian dan kontribusi terbaiknya, ia menjadi simbol keberanian dalam menggali potensi seni tanah air.