Pasokan Batu Bara ke PLN Sempat Terganggu, Ini Faktor Penyebabnya

BeritaLokal, Jakarta – Pasokan batu bara ke PLN sempat mengalami gangguan dalam beberapa waktu terakhir, menimbulkan perhatian dari pengamat dan pihak terkait. Faktor yang menyebabkan ketidakseimbangan ini mencakup cuaca, kendala logistik, kualitas batu bara, serta pertimbangan harga ekspor. Kepala Pushep, Bisman Bakhtiar, menegaskan bahwa meskipun pasokan tidak sering terjadi, situasi bisa mengganggu operasional pembangkit listrik saat permintaan meningkat atau ada gangguan dari pemasok.

Selain itu, harga batu bara untuk kebutuhan dalam negeri (DMO) dipatok sebesar US$ 70 per ton, sementara Harga Acuan Batu Bara (HAB) mencapai hingga US$ 128 per ton untuk kualitas tertentu. “Banyak pelaku usaha batu bara yang lebih memilih ekspor saat harga tinggi,” kata Bisman.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyatakan tidak ada pemadaman listrik di masa depan, setelah pemerintah memastikan pasokan batu bara tetap stabil untuk PLN. Ia menegaskan bahwa kekurangan kontrak hanya sebesar 18-20 juta ton dari total 154 juta ton target pada tahun 2026, yang dinilai tidak berdampak signifikan terhadap operasional pembangkit.

Pemenuhan batu bara yang tersisa akan diselesaikan secara cepat, sehingga kebutuhan PLN untuk Juni 2026 dipastikan aman. Kepala Pushep mengatakan bahwa faktor teknis seperti cuaca atau logistik seringkali menjadi penyebab hambatan, tetapi pihak terkait sedang berupaya meminimalkan risiko tersebut.

Sementara itu, pernyataan Bahlil menegaskan konsistensi pemerintah dalam menjaga keamanan pasokan batu bara. Dengan demikian, penggunaan batu bara untuk pembangkit listrik PLN tetap terjaga meskipun ada faktor-faktor yang memengaruhi supply.

error: Content is protected !!