BeritaLokal, Jakarta – Transformasi perusahaan milik negara (BUMN) mulai terlihat dengan kinerja Pelindo mencatat laba sebesar Rp 2,01 triliun hingga Mei 2026, menunjukkan peningkatan 94 persen dibandingkan periode sama tahun lalu. Kepala Badan Pengaturan BUMN, Dony Oskaria, menyatakan penguatan tata kelola menjadi fondasi kunci untuk meningkatkan performa BUMN.
Selain itu, strategi transformasi melalui konsolidasi dan penyederhanaan jumlah entitas usaha dijelaskan oleh Danantara, yang menargetkan penurunan jumlah perusahaan dari 1.077 menjadi 200-300 pada 2026 tanpa PHK massal. Dony menegaskan bahwa proses ini dilakukan untuk meningkatkan efisiensi operasional dan daya saing, sementara sekitar 52% perusahaan BUMN masih mencatat kerugian hingga Rp 20 triliun.
Pelindo mencatat pendapatan Januari-Mei 2026 mencapai Rp 15,21 triliun atau naik 11 persen tahunan. Dony mengatakan penguatan model bisnis berbasis regional dan hybrid (kombinasi lini bisnis) menjadi kunci untuk menyeimbangkan kebutuhan pasar lokal dengan layanan logistik lintas wilayah. “Pendekatan ini diharapkan memperkuat koordinasi operasional, meningkatkan kualitas layanan, dan mengoptimalkan pemanfaatan aset,” katanya dalam wawancara.
Pertemuan antara Dony dengan Direktur Utama Pelindo Achmad Muchtasyar dan Wakil Direktur Utama Drajat Sulistyo membahas capaian kinerja serta strategi memperkuat struktur korporasi. Dony menekankan bahwa transformasi BUMN tidak akan mengorbankan tenaga kerja, dengan semua pekerja tetap dipertahankan dan dialihkan ke entitas hasil penggabungan.
Dari jumlah 1.077 entitas BUMN saat ini, sebagian besar berada dalam kondisi kerugian. Dony menjelaskan bahwa langkah konsolidasi dilakukan melalui pembentukan entitas baru yang mengintegrasikan bisnis serupa, sehingga mencegah penurunan keuntungan secara massif.
Dengan transformasi ini, Pelindo diharapkan dapat memperkuat konektivitas logistik nasional dan menjawab tantangan ekonomi global. Pemutusan hubungan kerja (PHK) massal justru dihindari agar kestabilan tenaga kerja tetap terjaga.