Strategy Borong Bitcoin Rp 1,8 Triliun

BeritaLokal, Jakarta – Strategy Inc (MSTR) telah melakukan aksi beli bitcoin yang mengejutkan pasar, dengan membeli 1.550 koin Bitcoin (BTC) seharga US$ 101,3 juta atau Rp 1,84 triliun, setelah menjual 32 BTC minggu lalu. Pergerakan ini mengubah kepemilikan bitcoin perusahaan menjadi 845.256 koin, menciptakan skala beli yang hampir 50 kali lipat dari jumlah yang dijual sebelumnya. Aksi ini dipengaruhi oleh penjualan saham sesuai program at the market (ATM), yang membawa total biaya pembelian mencapai US$ 63,97 miliar atau Rp 1.164 triliun. Rata-rata harga per koin sekitar US$ 75.680 atau Rp 1,37 miliar.

Selain itu, Strategy Inc juga menjual 1.409.600 saham MSTR dengan hasil bersih US$ 181 juta atau Rp 3,29 triliun, sementara tidak ada penjualan saham preferen (STRF, STRC, STRK, STRD). Penjualan ini membawa cadangan dolar perusahaan kembali ke US$ 1 miliar atau Rp 18,20 triliun, yang akan digunakan untuk menutupi pembayaran dividen. Namun, Peter Schiff, ekonom berpengalaman di pasar Kripto, mengkritik strategi ini, menyebutkan bahwa aksi beli Bitcoin dilakukan dengan mengorbankan kepemilikan saham biasa pengguna dan memperburuk situasi kekayaan perusahaan.

Pergerakan harga Bitcoin terus berada dalam zona ‘sangat bearish’ di Stocktwits, meski perbincangan tetap pada level ‘tinggi’. Schiff menuding bahwa pembelian BTC dibiayai dengan mengabaikan fakta penerbitan saham baru yang akan digunakan untuk mendanai transaksi tersebut, sehingga memperdaya pemegang saham biasa. Ia menyatakan strategi ini telah melebihi batas kebijakan perusahaan.

Aksi Strategy Inc mencerminkan dinamika pasar Kripto yang terus bergulir, dengan keputusan investasi sering kali menimbulkan kontroversi. Perusahaan harus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan kepemilikan dan tanggung jawab finansialnya.

Daftar Pustaka, Yahoo Finance (9/6/2026), Stocktwits (15 Juni 2026), Teks asli keterangan perusahaan Strategy Inc