SpaceX Milik Elon Musk Siap Melantai di Nasdaq, Harga IPO Dipatok Rp 2,4 Juta

SpaceX akan mencatatkan saham perdana pada 12 Juni 2026 di Nasdaq dengan kode saham SPCX.

PerbesarRoket Falcon 9 lepas landas dari Space Launch Complex 40 di Florida’s Cape Canaveral Air Force Station, Amerika Serikat. SpaceX meluncurkan satelit Starlink ke orbit setelah batal melakukannya pada minggu lalu lantaran gangguan angin kencang. (AP Foto John Raoux)

, Jakarta – SpaceX milik Elon Musk resmi menetapkan harga penawaran umum perdana saham (IPO) sebesar US$ 135 atau Rp 2,42 juta (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah 17.980) per saham menjelang debutnya di bursa saham Nasdaq. 

Mengutip laman CNBC, Kamis (4/6/2026) berdasarkan dokumen yang diajukan ke Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC), SpaceX berencana menjual 555,6 juta saham kepada publik. Dengan harga tersebut, SpaceX berpotensi menghimpun dana hingga US$ 75 miliar atau Rp 1.348 triliun. 

Selain itu, para penjamin emisi juga memiliki opsi untuk membeli tambahan 83,33 juta saham senilai sekitar US$ 11,2 miliar atau Rp 201,32 triliun. Jika seluruh opsi tersebut dieksekusi, nilai dana yang terkumpul akan semakin besar.

Penetapan harga ini membuat valuasi SpaceX mencapai sekitar US$ 1,77 triliun atau Rp 31.816 triliun. Angka tersebut menjadikan perusahaan antariksa milik Elon Musk sebagai salah satu perusahaan paling bernilai di Amerika Serikat dan bahkan melampaui valuasi produsen mobil listrik Tesla yang saat ini berada di kisaran USD 1,6 triliun atau Rp 28.760 triliun.

SpaceX dijadwalkan mulai diperdagangkan di Nasdaq pada 12 Juni 2026 dengan kode saham SPCX. IPO ini menjadi salah satu yang paling dinantikan investor global karena skala bisnis perusahaan yang terus berkembang, mulai dari layanan peluncuran roket hingga internet satelit Starlink.

Meski melepas saham ke publik, Musk diperkirakan tetap memegang kendali kuat atas perusahaan. Berdasarkan dokumen SEC, ia akan menguasai lebih dari 82 persen hak suara setelah IPO selesai dilaksanakan.

 

 

 

 

IPO Terbesar dalam Sejarah

PerbesarMereka akan melakukan lebih dari 200 eksperimen ilmiah dan demonstrasi teknologi selama misi 180 hari di Stasiun Luar Angkasa Internasional. (CHANDAN KHANNA/AFP)

IPO SpaceX diperkirakan menjadi yang terbesar dalam sejarah pasar modal Amerika Serikat. Nilai penawaran saham perusahaan ini disebut lebih dari tiga kali lipat ukuran IPO raksasa e-commerce Alibaba yang selama ini menjadi salah satu yang terbesar di dunia.

Dalam dokumen terbaru, SpaceX juga mengungkap sejumlah hubungan bisnis dengan perusahaan lain milik Elon Musk. Salah satunya adalah pembelian sistem penyimpanan energi Megapack dari Tesla oleh unit kecerdasan buatan xAI senilai US$ 269 juta pada April lalu.

Sebelumnya, Tesla juga diketahui telah menjual baterai penyimpanan energi senilai US$ 430 juta kepada xAI. Hubungan bisnis tersebut menunjukkan adanya sinergi yang semakin kuat di antara berbagai perusahaan yang berada di bawah pengaruh Musk.

Pada Februari 2026, Musk menggabungkan SpaceX dengan perusahaan kecerdasan buatan xAI dalam transaksi yang menilai entitas gabungan tersebut sebesar US$ 1,25 triliun. Selain itu, Tesla tercatat memiliki 18,99 juta saham SpaceX yang bernilai sekitar US$ 2,56 miliar berdasarkan harga IPO saat ini.

Menjelang pencatatan sahamnya, muncul spekulasi bahwa langkah berikutnya yang mungkin ditempuh Musk adalah menggabungkan SpaceX dengan Tesla. Spekulasi tersebut muncul karena kedua perusahaan selama bertahun-tahun diketahui berbagi sumber daya, teknologi, hingga personel. Namun hingga saat ini belum ada keputusan resmikemungkinan merger tersebut.



error: Content is protected !!