Penyebab IHSG Hari Ini Anjlok 4,8%

Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) makin lesu pada perdagangan saham Kamis, (4/6/2026).

PerbesarIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) (/Herman Zakharia)

, Jakarta – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tersungkur meski perdagangan saham belum satu jam pada Kamis, (4/6/2026). IHSG hari ini terperosok meninggalkan posisi 5.700 dan sektor saham tertekan.

Mengutip data RTI, IHSG turun 4,7% menjadi 5.656 pada pukul 09.47 WIB. Indeks saham LQ45 tergelincir 4,72% menjadi 561,86. Seluruh sektor saham tertekan. Pada pukul 09.56 WIB, IHSG turun 4,8% menjadi 5.656.

Pada Kamis pagi, IHSG berada di level tertinggi 5.924,50 dan level terendah 5.652,12. Sebanyak 640 saham melemah sehingga bebani IHSG. 40 saham menguat dan 55 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham 707.349 kali dengan volume perdagangan saham 11,5 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 6,2 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 18.020.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, sejumlah sentimen menekan IHSG. Pertama, pelemahan pasar domestik sejalan dengan mayoritas bursa global dan regional Asia yang bergerak di zona merah dipicu meningkatnya ketidakpastianpengembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran.

“Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat dan telah menembus level psikologis 18.000 terhadap dolar AS, meningkatkan kekhawatiran investor terhadap stabilitas makro ekonomi domestik,” kata  dia saat dihubungi.

Ketiga, Herditya menuturkan, tekanan jual juga masih datang dari investor asing. Tercatat investor asing melakukan aksi jual saham sebesar Rp 993,23 miliar pada perdagangan 3 Juni 2026.

Selain itu, sektor saham memerah. Sektor saham energi turun 5,88%, sektor saham basic susut 8,52%, sektor saham industri terpangkas 5,27%, sektor saham consumer nonsiklikal turun 3,77%.

Lalu sektor saham consumer siklikal terpangkas 3,65%, sektor saham kesehatan turun 3,57%, sektor saham keuangan terperosok 3,63%, sektor saham properti turun 4,99%, sektor saham teknologi melemah 1,83%, sektor saham infrastruktur turun 6,3% dan sektor saham transportasi turun 4,68%

Prediksi IHSG

PerbesarSebelumnya, IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (29/1/2026) pagi dibuka melemah 357,76 poin atau 4,30 persen ke posisi 7.962,79. Tampak dalam foto, papan elektronik menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (29/1/2026). (YASUYOSHI CHIBA/AFP)

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguji level resistance 6.000 pada perdagangan saham Kamis, (4/6/2026). Lalu apa saja rekomendasi saham-nya?

Berdasarkan catatan BNI Sekuritas, IHSG melemah 4,11% dan disertai dengan aksi jual saham oleh investor asing Rp 864 miliar pada perdagangan saham, Rabu, 3 Juni 2026. Saham-saham yang paling banyak dijual asing antara lain saham BBCA, BBRI, TPIA, DSSA dan ANTM.

“IHSG berpotensi tes resistance di 6.000. Hati-hati jika gagal break 6.000, potensi kembali koreksi dengan target 5.500-5.600,” ujar Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman dalam catatannya.

Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 5.775-5.850 dan level resistance 6.000-6.100.

Rekomendasi Saham Hari Ini

Fanny memilih saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), dan PT Archi Indonesia Tbk (ARCI).

Rekomendasi Teknikal

PerbesarAdapun total volume saham yang telah diperdagangkan adalah 98,791 miliar senilai Rp67,823 triliun. Tampak dalam foto, papan elektronik menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (29/1/2026). (YASUYOSHI CHIBA/AFP)

Trading Idea hari ini: ANTM, BUMI, DEWA, BULL, MBMA, dan ARCI

  • ANTM Buy on Weakness dengan area beli di 2530-2600, cutloss di bawah 2500. Target dekat di 2660-2700.
  • BUMI Buy on Weakness dengan area beli di 140-144, cutloss di bawah 140. Target dekat di 151-153.
  • DEWA Spec Buy dengan area beli di 294, cutloss di bawah 290. Target dekat di 308-310.
  • BULL Spec Buy dengan area beli di 318-324, cutloss di bawah 316. Target dekat di 334-344.
  • MBMA Buy on Weakness dengan area beli di 430-444, cutloss di bawah 428. Target dekat di 460-464.
  • ARCI Spec Buy dengan area beli di 1000-1020, cutloss di bawah 990. Target dekat di 1050-1090. 

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham.tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.



error: Content is protected !!