Pengusaha Sawit Cium Potensi Cuan dari Ekspor Satu Pintu Danantara

BeritaLokal, Jakarta – Pengusaha Sawit dan Tambang Batu Bara: Dukungan terhadap Ekspor Satu Pintu melalui DSI

Kebijakan ekspor satu pintu melalui BUMN PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) mendapatkan dukungan dari pengusaha sawit dan batu bara. Kebijakan ini, yang disusun untuk menata rantai pasok ekspor nasional secara lebih komprehensif, dianggap sebagai strategis dalam meningkatkan pendapatan perusahaan serta mendorong optimalisasi penerimaan negara dari sektor sumber daya alam.

Direktur Utama PT Mahkota Group Tbk (MGRO), Usli, menilai kebijakan ini menjadi instrumen penting untuk memperkuat posisi tawar produk hilir Indonesia di pasar internasional. Ia menyatakan bahwa regulasi baru mampu mengoptimalkan pendapatan negara dan membuka ruang bagi perusahaan untuk meningkatkan margin usaha secara bertahap. “Kebijakan ini tidak memberikan dampak material terhadap kelangsungan bisnis,” ujar Usli, dalam wawancara tertulis.

Selain itu, kebijakan tata kelola ekspor diharapkan mampu memberikan kepastian hukum dan mendukung penerapan good corporate governance (GCG). Industri CPO mengklaim bahwa regulasi ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat transparansi, akuntabilitas, serta optimalisasi penerimaan negara dari sektor sumber daya alam. “Kami melihat kebijakan ini sebagai tindak lanjut penting dalam mendorong hilirisasi dan meningkatkan kualitas ekspor,” kata Usli.

Pertumbuhan Ekspor dan Dampak Ekonomi
Dari aspek kinerja keuangan, kebijakan ekspor satu pintu diharapkan membuka ruang bagi perusahaan untuk menyesuaikan harga jual dan memperluas pasar ekspor berkualitas. “Kebijakan ini juga berdampak positif pada kelancaran arus kas dan likuiditas perusahaan,” kata Direktur PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT) Yuliana. Implementasi penuh kebijakan ini diharapkan dapat dimulai dari 1 Januari 2027, setelah masa transisi yang berlangsung sepanjang Juni hingga Agustus 2026.

Masa transisi tersebut menjamin eksportir tetap menggunakan mekanisme eksplorasi saat ini, namun dengan perubahan prosedur baru. Eksportir diberi wewenang untuk menyampaikan pemberitahuan kepada DSI selama proses ekspor melalui BUMN tersebut.

Pertumbuhan Ekspor Batu Bara dan Kesiapan Industri
Sementara itu, perusahaan tambang batu bara seperti SMMT menegaskan kesiapannya mengikuti kebijakan baru yang akan diterapkan pemerintah. “Kita siap beradaptasi dengan regulasi untuk memastikan ekspor batu bara tetap teratur dan sesuai dengan mekanisme yang telah ditetapkan,” kata Yuliana.

Keberadaan linimasa transisi memberikan ruang bagi pelaku usaha tambang batu bara melakukan penyesuaian administratif. Dalam masa transisi, aktivitas ekspor batu bara dipastikan berjalan sesuai mekanisme yang ada, meski dengan perubahan prosedur baru yang meminta pemberitahuan kepada DSI.

Tantangan dan Peluang
Meskipun kebijakan ini dianggap membawa dampak positif, para pengusaha menginginkan terus berkomunikasi secara aktif dengan pemerintah untuk menyesuaikan kebutuhan industri. “Kebijakan ini adalah langkah strategis, tetapi perlu terus diperkuat keterlibatan masyarakat dan pelaku usaha,” kata Usli.

Dengan demikian, kebijakan ekspor satu pintu melalui DSI diharapkan menjadi penggerak utama dalam memperkuat rantai pasok ekspor nasional dan meningkatkan pendapatan negara secara berkelanjutan.

Artikel Terkait

0