KAI Butuh Rp 350 Triliun Menghubungkan Jalur Kereta di Sumatera

KAI mendapatkan mandat dari Presiden Prabowo untuk menyambungkan jalur kereta di Sumatera.

PerbesarPenambahan Perjalanan KA Jarak jauh: Kereta jarak jauh tiba di Stasiun Pasar Senen, Jakarta. PT KAI telah mengoperasikan lima perjalanan kereta jarak jauh untuk tujuan Bandung, Cirebon, dan Surabaya. (/Faizal Fanani)

, Jakarta – Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI, Bobby Rasyidin mengungkap, mandat baru dari Presiden Prabowo Subianto. Yakni, menyambungkan lintas kereta api di sepanjang Sumatera. 

Dia menghitung, untuk menghubungkan jalur kereta api dari Bandar Lampung ke Banda Aceh, setidaknya butuh investasi paling sedikit USD 20 miliar – 25 miliar atau sekitar Rp 350 triliun. Bobby menyatakan pihaknya sedang menyusun desain rancangan awal.

“Kalau totalnya itu, Sumatera itu bisa sekitar 20 sampai dengan 25 miliar dolar (setara) Rp 350 triliun, dari ujung ke ujung,” kata Bobby dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR, ditulis Kamis (4/6/2026).

Dia menjelaskan, jalur kereta api di Sumatera saat ini masih terpisah. Misalnya, dari Bandar Lampung baru tersambung hingga Palembang, kemudian jalur ke Lubuklinggau, sebagian di Padang, dan sebagian di Medan.

Prioritas awalnya, kata Bobby, adalah memyambungkan jalur dari Banda Aceh ke Besitang dengan panjang jalur sekitar 478 kilometer. Adapun, KAI tengah mempersiapkan detail engineering design (DED) menyoal rencana itu.

“Prioritas kita yang pertama itu adalah menghubungkan antara Banda Aceh dengan Besitang. Itu totalnya itu sekitar 478 kilo. Ini DED-nya kita lagi bikin ya,” ujar Bobby.

Bentuk Tim Khusus

Mantan Direktur Utama Holding BUMN Industri Pertahanan itu mengaku tengah membentuk tim khusus untuk mengawal mandat Kepala Negara tersebut. Termasuk dengan Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Kementerian Perhubungan, hinhha Danantara.

“Itu penugasan dari Presiden ke kita. Kita sekarang sedang membuat tim khusus untuk pengkajian ini. Itu dengan Kemenko Infrawil, dengan Danantara, dengan Kementerian Perhubungan,” ucapnya.

Namun, Bobby belum mengungkap sumber investasi untuk menjalankan proyek multitahun tersebut. “Belum, (bahas sumber dana) belum sampai itu. (Target tersambung) Penuh, penuh, bahkan Presiden minta itu dua jalur nantinya, itu kan panjangnya hampir 1.700 kilo ya, bisa multi years tuh,” ujar Bobby.

Rencana KAI

PerbesarKAI. (Sumber: Istimewa)

Mengacu Rencana Kerja dan Roadmap Transformasi Korporasi Tahun 2026-2030, proyek prioritas akan menyasar Sumatra Utar dan Aceh melaluk reaktivasi 478 kilometer jalur mati.

Di antaranya, lintas Lhokseumawe-Langsa-Besitang sepanjang 248 kilometer. Banda Aceh-Sigli sepanjang 80 kilometer, Sigli-Bireuen-Lhokseumawe sepanjang 150 kilometer. Selain itu, reaktivasi jalur di Sumatra Barat sepanjang 248 kilometer.

KAI juga akan menyiapkan rel baru sepanjamg 1.110 kilometer yang masuk dalam Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (RIPNAS). Beberapa jalur yang masuk rencana yakni Rantau Prapat-Dumai, Duri-Pekanbaru, Pekanbaru-Rengat, Rengat-Jambi, Kertapati-Tarahan-Bakauheni, serta Lubuklinggau-Bengkulu.

 



error: Content is protected !!