Harga Minyak Perkasa Gara

Harga minyak Brent dan WTI kompak melesat tersengat pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

PerbesarHarga Minyak Dunia. Foto: Freepik/Artphoto_studio

, Jakarta – Harga minyak naik pada Rabu, 3 Juni 2026. Kenaikan harga minyak dunia terjadi setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan, kalau Israel dan Amerika Serikat (AS) siap untuk menyerang Iran lagi jika perlu.

Mengutip CNBC, Kamis (4/6/2026), harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik lebih dari 2% dan ditutup pada US$ 96,02. Patokan internasional minyak mentah Brent naik hampir 2% dan ditutup pada US$ 97,81 per barel.

“Presiden AS Donald Trump telah memperingatkan Iran, “akan ada kembalinya aksi militer skala penuh” jika perlu, kata Netanyahu kepada Sara Eisen dari CNBC dalam sebuah wawancara eksklusif.

“Itu keputusan presiden,” kata Netanyahu.

“Israel siap dan pasukan AS siap. Saya pikir Iran harus mempertimbangkan hal itu. Saya pikir mereka mempertimbangkannya, tetapi mereka bermain api.”

Ketika ditanya tentang serangan militer Israel di Lebanon, Netanyahu mengatakan, pihaknya harus melucuti senjata Hizbullah. “Kita harus melakukan demiliterisasi Lebanon.” Trump juga memiliki tujuan yang sama,” ujar dia.

Netanyahu meremehkan, spekulasi hubungannya dengan Trump tegang karena tindakannya di Lebanon. Perdana Menteri mengatakan AS dan Israel memiliki perbedaan taktis tetapi pada dasarnya mereka sepakat.

Iran menolak untuk menyetujui kesepakatan dengan AS untuk membuka kembali Selat Hormuz, yang sangat penting untuk pasokan minyak global, sampai Israel menghentikan serangannya di Lebanon dan menarik diri dari negara tersebut.

Sementara itu, AS dan Iran kembali saling melancarkan serangan militer, menunjukkan kerapuhan gencatan senjata antara kedua negara. Komando Pusat AS mengatakan pada Selasa kalau mereka telah mengalahkan beberapa rudal balistik dan drone Iran dan melancarkan serangan defensif setelah “upaya serangan” oleh Iran.

 

 

Laporan Berbeda

PerbesarSampai pembukaan perdagangan Rabu 4 Maret 2026, harga minyak masih berada di atas US$ 80 per barel. Tampak foto yang menunjukkan sebuah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Aral di Bochum, Jerman, pada Rabu 4 Maret 2026. (Ina FASSBENDER/AFP)

Hal itu menyusul pernyataan Trump dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Washington masih terlibat dalam pembicaraan dengan Iran mengenai potensi kesepakatan untuk menghentikan konflik, menepis laporan media Iran yang menunjukkan komunikasi telah terputus.

Rubio juga mengatakan, kepada Komite Hubungan Luar Negeri Senat bahwa sebagai bagian dari diskusi tersebut, “ada prospek” bahwa Iran “dapat menegosiasikan aspek-aspek program nuklir mereka.”

Hal itu bertentangan dengan laporan kantor berita Fars Iran pada Selasa yang mengatakan kalau Teheran dan Washington tidak bertukar pesan selama beberapa hari. Media yangdengan pemerintah, Tasnim, melaporkan pada Senin bahwa para negosiator Iran akan menghentikan komunikasi tidak langsung dengan AS dan bahwa Teheran akan berupaya untuk sepenuhnya menutup Selat Hormuz.

“Laporan Berita Palsu bahwa Republik Islam Iran, dan AS, berhenti berbicara beberapa hari yang lalu adalah salah dan keliru,” kata Trump dalam unggahan Truth Social pada Selasa sore.

 

 

Persediaan Global Menurun

PerbesarIlustrasi harga minyak dunia hari ini (Foto By AI)

Ekspor minyak melalui Hormuz tetap jauh di bawah tingkat sebelum perang karena Iran pada dasarnya telah mengambil kendali jalur laut tersebut. Persediaan global menurun dengan cepat karena blokade Hormuz tepat ketika permintaan bahan bakar diperkirakan akan meningkat pada musim panas ini. Akibatnya, harga minyak akan melonjak, kata para eksekutif dan analis industri.

Berdasarka TD Securities, pasar minyak akan kehilangan 1 miliar barel produksi minyak mentah dan 800 juta barel dari persediaan antara Juni dan November bahkan dalam skenario paling optimis di mana Hormuz dibuka kembali sepenuhnya.

“Kerusakan telah terjadi, dan pasar minyak akan terus mengencang bahkan dalam skenario kesepakatan komprehensif,” ujar ahli strategi komoditas senior di TD Securities, Ryan McKay kepada kliennya dalam sebuah catatan pada  Senin.



error: Content is protected !!