Robert Kiyosaki: Tukarkan Uang Tunai dengan Bitcoin, Ethereum, dan Perak

BeritaLokal, Jakarta – d Poor Dad, Robert Kiyosaki, kembali mengungkap khawatir tentang masa depan uang tunai dan sistem keuangan saat ini. Menurutnya, dolar AS semakin rentan terhadap inflasi karena ekspansi jumlah uang beredar yang dilakukan bank sentral, sekaligus risiko utang pemerintah yang tinggi.

Kiyosaki menilai bahwa sistem keuangan berbasis mata uang fiat (seperti dolar) tidak aman jika diimbangi oleh pertumbuhan utang negara dan ketergantungan pada perbankan cadangan fraksional (fractional reserve banking). Ia memperlihatkan bahwa ekspansi moneter yang terjadi saat ini mencapai US$ 1 triliun, menurutnya “sampah” yang bisa diubah menjadi aset berharga seperti emas, perak, Bitcoin, dan Ethereum.

Dalam sebuah pernyataan pada Juni 2026, Kiyosaki mengkritik dolar AS sebagai “uang palsu” karena nilainya terus menurun akibat pencetakan uang yang tidak terbatas. Ia menyebutkan bahwa jika seseorang membelanjakan US$ 1 setiap menit, butuh 34.000 tahun untuk habiskan total itu, meski bank sentral AS bisa menciptakan uang sebanyak itu dalam hitungan menit. “Tukarkan uang tunai dengan emas, perak, Bitcoin, dan Ethereum lalu jadilah pemenang,” kata Kiyosaki.

Kiyosaki juga membagikan analisis tentang nilai intrinsik aset digital seperti Bitcoin dan Ethereum. Ia menyebutkan bahwa Bitcoin adalah pilihan terbaik jika hanya satu aset yang dipilih, meski emas masih dianggap sebagai “uang Tuhan” karena digunakan selama ribuan tahun. Perak, sementara itu, memiliki permintaan tinggi dalam sektor industri dan nilai historis yang relatif lebih rendah dibandingkan emas.

Di sisi lain, Kiyosaki menyoroti risiko kesenjangan ekonomi akibat kenaikan harga aset seperti emas dan Bitcoin. Ia mengatakan bahwa semakin sulit akses terhadap aset ini dijangkau oleh kelompok berpenghasilan rendah dan menengah, yang bisa memperluas gap ekonomi.

Kiyosaki juga menyarankan masyarakat untuk mulai berinvestasi pada aset yang memiliki nilai intrinsik jangka panjang. Ia mengingatkan bahwa dolar AS terus menjadi bumerang karena kelemahan sistem keuangan dan risiko utang negara, sementara aset fisik seperti emas dan digital seperti Bitcoin memberikan peluang untuk melindungi kekayaan.

Selain itu, Kiyosaki menekankan pentingnya diversifikasi investasi dengan memilih aset yang memiliki permintaan pasar tinggi. Ia menyebutkan bahwa jumlah koin Bitcoin terbatas (21 juta) dan perak bisa berlipat ganda melalui aktivitas penambangan, membuatnya menjadi opsi strategis untuk investor.

Dengan menggabungkan analisis ekonomi, risiko keuangan, dan potensi aset digital, Kiyosaki tetap menegaskan bahwa investasi pada emas, perak, Bitcoin, dan Ethereum adalah langkah penting untuk mempertahankan kesejahteraan finansial di masa depan.