Kebutuhan susu MBG sebesar 4,8 miliar kemasan pada 2026.
PerbesarEfek Program MBG, Produksi Susu Lokal Boyolali Tembus 2.000 Liter per Hari
, Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong penguatan industri pengolahan susu kemasan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar Kemenperin Merrijantij Punguan Pintaria melaporkan, dari kebutuhan susu MBG pada 2026 sebesar 4,8 miliar kemasan, kapasitas industri pengolahan susu nasional baru mampu memenuhi sekitar 49 persen.
“Karena memang suplai kita belum cukup, untuk mencapai target MBG yang tadinya dicanangkan untuk 5 hari dalam seminggu, sekarang sudah berkurang,” ujar Merri di Jakarta, Kamis (4/6/2026).
“Jadi kami sangat mendorong untuk program restrukturisasi ini dimanfaatkan oleh industri pengolahan susu dan koperasi-koperasi maupun mitra pendukung di industri pengolahan susu,” pinta dia.
Menurut dia, hal ini selaras dengan program pemerintah dalam melaksanakan pengembangan industri. Dengan mendorong peningkatan produktivitas, efisiensi proses produksi, penguatan investasi, serta penerapan praktik industri berkelanjutan.
“Karena memang pasar global sekarang mengarah ke produk-produk yang lebih hijau, lebih mempertimbangkan keberlanjutan,” imbuh dia.
Insentif Pemerintah
PerbesarSebanyak 870 juta liter susu segar di serap industri pengolahan susu setiap tahunnya.
Untuk mendukung upaya tersebut, ia menyebut pemerintah telah menyediakan berbagai fasilitas fiskal dan nonfiskal. Antara lain, super deduction tax dan pembebasan bea masuk impor barang modal.
Pemanfaatan berbagai fasilitas tersebut diharapkan dapat memperkuat daya saing, mendorong investasi, dan mendukung pertumbuhan industri nasional yang berkelanjutan.
Kemenperin juga telah menerbitkan Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin) Nomor 40 Tahun 2024, untuk menjalankan program restrukturisasi mesin dan/atau peralatan pada industri makanan dan minuman.
“Program ini diharapkan dapat mendorong pemanfaatan teknologi produksi yang lebih efisien, dan dapat meningkatkan kapasitas produksi di sektor industri sampai dengan 35 persen dari biaya peralatannya,” tutur dia.
