BeritaLokal, Jakarta – Sibuk Kembangkan AI, Amazon Kembali PHK Karyawan, perusahaan teknologi raksasa mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada sejumlah karyawan di divisi Artificial General Intelligence (AGI) pada 22 Juli 2026. Langkah ini muncul sekaligus ketika Amazon melanjutkan investasi ribuan juta dolar untuk memperluas infrastruktur kecerdasan buatan, menegaskan bahwa keputusan berat itu dirancang agar perusahaan dapat tetap bersaing di pasar global yang bergerak cepat.
Divisi AGI dan Kolaborasi
Divisi AGI, yang terletak di kantor Seattle berambut “The Spheres”, sebuah hunian kaku berinspirasi pada hutan hujan dengan ruang terbuka yang memudahkan kolaborasi interdisipliner, bertugas mengembangkan model AI unggulan serta mengimplementasikan teknologi silikon dan komputasi kuantum. Karyawan yang di-PHK terutama menangani kustomisasi model dan pelatihan pasca-model, menandai pergeseran skala di bagian inti strategi AI Amazon. CNBC melaporkan bahwa layoff pertama kali terdengar melalui laporan Reuters, sedangkan Amazon enggan mengecilkan atau menertak jenis karyawan yang terpengaruh.
Sementara itu, selain PHK, Amazon terus memobilisasi dana tengah hingga akhir tahun 2026. Terlebih, ia mengalokasikan sekitar US$200 miliar-kira Rp 3,58 kuadriliun dengan kurs USD/Rupiah 17.904-dalam pengembangan AI dan komputasi, mendekati pertambahan lebih dari setengah angkanya dibandingkan tahun lalu. Perusahaan juga bersiap menggalang puluhan miliar dolar lewat utang agar dapat mendidik model AI yang futuristik, bahkan ketika juga memperhatikan pengurangan biaya.
Perubahan Kepemimpinan dan Target AGI
Pada 2024, divisi AGI meluncurkan rangkaian model berlabel Nova, diikuti pada Desember dengan penunjukan Peter DeSantis sebagai kepala divisi setelah menggantikan Rohit Prasad. DeSantis, bekas praktisi cloud computing, menyatakan bahwa model AI Amazon masih belum memajukan kemampuan paling kompleks. Namun ia menegaskan tekad perusahaan untuk terus menyiapkan model yang exert berada di garis terdepan bersaing dengan OpenAI, Anthropic, dan Google.
Di sisi lain, kehilangan David Luan, mantan ketua laboratorium AGI pada Februari, menandai keluar karyawan kunci setelah akuisisi startup Adept pada 2024. Keputusan ini konsisten dengan tren “mempersempit fokus” yang diucapkan oleh juru bicara Amazon, yang menekankan bahwa industri AI berputar dengan sangat dinamis sehingga organisasi harus bergerak cepet sambil memungkas bakat yang tidak sesuai.
Skala PHK dan Restrukturisasi
Amazon menolak mengungkap jumlah pasti karyawan PHK, menampilkan kesan bahwa skala perbaikannya lebih kecil dibandingkan perkiraan awal. Namun data internal menunjukkan bahwa sejak Oktober 2023 perusahaan telah menyepakati pemutusan kontrak lebih dari 30 000 karyawan, dan jumlah tersebut masih pada peningkatan, versi 2026 mencerminkan pengurangan skala kecil yang sebagian besar terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Langkah ini dianggap sebagai bagian dari upaya restrukturisasi yang lebih luas, setelah gelombang perekrutan besar di masa pandemi.
Menurut pernyataan resmi, fokus pada “yang paling penting bagi pelanggan” merupakan landasan bagi pemilihan divisi yang dipotong. “Kami menajamkan fokus, sehingga keputusan-keputusan sulit termasuk PHK di bagian AGI kami, meski kami terus menginvestasikan sumber daya pada area yang lebih kritis untuk masa depan pelanggan kita,” jelas juru bicara Amazon.
Investasi AI vs Biaya
Keputusan PHK di tengah investasi besar mencerminkan ketegangan antara kebutuhan fleksibilitas keuangan dan ambisi jangka panjang teknologi AI. Amazon, meski masih bersaing dengan raksasa lain seperti Google dan Microsoft, tetap menekankan bahwa strategi “melonjak” di bidang AI harus disertai discipline biaya. Di sisi lain, komitmen modal yang disematkan pada kompetisi AGI menandakan keyakinan bahwa inovasi yang timbul akan memberi keuntungan strategis di jangka panjang, padahal perusahaan masih dalam tahap menjadikan teknologi AI yang berperforma setara manusia.
Pengumuman hasil keuangan kuartal kedua, sudah dijadwalkan minggu depan, akan menandai gelar bagi para analis untuk menilai dampak tangible dari kebijakan ini. Dengan latar belakang pembengkakan pengeluaran $200 miliar dan menggalang utang, laba bersih serta margin yang diharapkan akan mengukur apakah investasi dan pemangkasan bakat tersebut berhasil menciptakan nilai bagi para pemegang saham dalam jangka pendek hingga menengah.
Artikel Terkait
KSSK Terima Danantara, Memberi Insight Tanpa Hak Suara
28 Juli 2026
Menaker Siap Turun Gunung Cegah Badai PHK di Jawa Tengah
28 Juli 2026
PHK di Jawa Tengah: Buruh Terancam, Menaker Rancang Akhir
28 Juli 2026
PHK PT Samwon 300 Lowongan Siap Ditetapkan
28 Juli 2026
Panduan Life Jobs Ragnarok Investasi Jangka Panjang
28 Juli 2026
95% Barang Pakai Kapal Asing, Kapal Berbendera Indonesia Fokus
27 Juli 2026
PHK Jawa Barat Mencuat Krisis, 6.727 Pekerja Dipengaruhi
27 Juli 2026
PHK Lebih dari 32 Ribu di 10 Provinsi Terbesar 2026
27 Juli 2026
Memuat komentar...