Penjualan Emas Murni Hartadinata Tembus 7,8 Ton

beritalokal.my.id, Jakarta – PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) mencatatkan, pertumbuhan kinerja yang impresif pada kuartal I 2026. Selain didukung kenaikan harga emas, lonjakan volume penjualan emas murni menjadi salah satu faktor utama yang mendorong peningkatan pendapatan dan laba perseroan.

Direktur Keuangan Hartadinata, Ong Deny, mengungkapkan volume penjualan dalam ekuivalen emas murni meningkat signifikan sepanjang tiga bulan pertama tahun ini. Kenaikan tersebut menunjukkan tingginya permintaan pasar terhadap produk emas yang dipasarkan perseroan.

Hartadinata mencatat, volume penjualan emas murni sebesar 7,8 ton pada kuartal I 2026. Angka tersebut meningkat 75 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 4,7 ton.

“Adanya peningkatan volume penjualan dalam equivalent emas murni dari 4,7 ton menjadi 7,8 ton atau naik sebesar 75 persen dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya,” kata Deny dalam Public Expose Hartadinata Abadi, Rabu (3/6/2026).

Ia menjelaskan, pertumbuhan volume tersebut menjadi salah satu pendorong utama kenaikan pendapatan perusahaan. Lantaran, peningkatan kinerja tidak hanya berasal dari faktor harga emas yang terus menguat, tetapi juga dari bertambahnya jumlah produk yang berhasil diserap pasar.

“Di mana Perseroan kenaikan pendapatan ini tidak hanya disebabkan oleh kenaikan harga jual rata-rata yang meningkat sebesar 71 persen, tapi juga karena adanya peningkatan volume penjualan dalam equivalent emas murni,” ujar dia.

Kinerja Keuangan Hartadinata Kuartal I 2026

Hartadinata membukukan, pendapatan sebesar Rp 20 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 196 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 6,8 triliun.

“Pendapatan Perseroan di kuartal I-2026 yang meningkat sebesar 197 persen itu naik dari Rp 6,8 triliun menjadi Rp 20,1 triliun,” ujar Deny.

Kenaikan pendapatan turut mendorong pertumbuhan laba kotor yang meningkat 117 persen menjadi Rp 744 miliar dari sebelumnya Rp 343 miliar. Laba operasional naik 127 persen menjadi Rp 633 miliar dibandingkan Rp 278 miliar pada kuartal I-2025. 

Sementara itu, EBITDA meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi Rp 649 miliar dari Rp 289 miliar pada periode yang sama tahun lalu, meskipun perusahaan mencatat kenaikan biaya penjualan serta biaya umum dan administrasi.

 

 

Emiten Produsen Emas Ini Resmi Gabung Indeks LQ45 BEI

PerbesarPT Hartadinata Abadi Tbk, perusahaan manufaktur dan perdagangan emas di Indonesia. (Dok HRTA)

Sebelumnya, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) resmi bergabung dalam indeks LQ45 Bursa Efek Indonesia untuk periode Mei–Juli 2026.

Mengutip Keterbukaan Informasi BEi, Selasa (5/5/2026) pencapaian ini sejalan dengan kinerja keuangan 2025 yang kuat penjualan tumbuh 144,4% secara tahunan menjadi Rp 44,55 triliun, laba bersih melonjak 121,3% menjadi Rp 978,5 miliar, dan pangsa pasar perhiasan serta emas batangan di Indonesia kini menyentuh 48,58%.

Direktur Utama HRTA Sandra Sunanto, mengatakan masuknya HRTA ke indeks bergengsi ini mempertegas posisi perseroan sebagai pemain dominan dalam ekosistem emas nasional.

Kinerja tersebut menjadi fondasi kuat yang mengantarkan HRTA memenuhi seluruh kriteria ketat inklusi LQ45. BEI menyeleksi konstituen indeks ini berdasarkan empat pilar utama kapitalisasi pasar free float yang besar, rasio free float di atas 10%, likuiditas transaksi di pasar reguler yang konsisten tinggi, serta kinerja fundamental perusahaan yang solid.

HRTA memenuhi keempat kriteria tersebut, didukung oleh pertumbuhan laba bersih 121,3% dan volume transaksi saham yang meningkat signifikan sepanjang 2025.

Menurutnya, kehadiran di indeks yang hanya dihuni 45 saham paling likuid di BEI ini sekaligus membuka peluang masuknya investor institusi besar yang menjadikan LQ45 sebagai acuan alokasi portofolio, berpotensi mendorong likuiditas saham dan memperluas basis investor perseroan.

“LQ45 bukan sekadar pencapaian bursa. Ini cerminan bahwa pasar mempercayai HRTA sebagai bagian penting dari infrastruktur emas Indonesia. Di saat emas semakin relevan sebagai aset strategis, kami hadir dengan fondasi yang kuat. Dengan pangsa pasar hampir 50% di industri perhiasan dan emas batangan Indonesia, target kami bukan hanya tumbuh, tapi menjadi standar referensi industri emas Indonesia,” ujar Sandra.

 

Ditopang Strategi Ekspansi HRTA

PerbesarPT Hartadinata Abadi Tbk (Dok HRTA)

Selain itu, Direktur Investor Relations HRTA, Thendra Crisnanda, menambahkan, optimisme tersebut ditopang oleh strategi ekspansi yang sudah berjalan.

HRTA terus memperdalam penetrasi pasar melalui kemitraan strategis dengan institusi keuangan dan bullion bank, seiring dengan upaya perseroan memperluas akses masyarakat terhadap emas sebagai instrumen perencanaan keuangan jangka panjang.

“Masuknya HRTA ke dalam LQ45 adalah validasi atas kekuatan fundamental dan eksekusi strategi bisnis kami. Ke depan, kami akan terus memperkuat peran HRTA dalam ekosistem emas nasional, termasuk melalui kemitraan dengan institusi keuangan dan bullion bank, sekaligus membuka akses lebih luas bagi masyarakat untuk menjadikan emas sebagai bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang,” ujar Thendra.

 

 

Operasional HRTA

PerbesarPT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) adalah produsen dan penyedia perhiasan emas yang sudah berdiri lebih dari 35 tahun di Indonesia. (Dok HRTA)

Thendra menjelaskan, sebagai pemain terintegrasi di segmen midstream hingga downstream industri emas, HRTA menjalankan operasi mulai dari sourcing, refining dengan standar kemurnian 99,99%, hingga distribusi melalui lebih dari 1.000 titik penjualan di seluruh Indonesia.

Melalui umbrella brand HRTA Gold dengan tagline “The Gold You Can Trust”, perseroan menjamin setiap produk emas aman, asli, dan terpercaya.

“Memasuki 2026, HRTA memfokuskan strategi pada penguatan brand HRTA Gold, ekspansi multi-channel, pendalaman jaringan ritel, dan peningkatan penetrasi segmen institusional dengan target melanjutkan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan,” pungkasnya.



error: Content is protected !!