MDKA Belum Ungkap Jumlah Maksimum HDR untuk Rencana Listing di Hong Kong

beritalokal.my.id, Jakarta – PT Merdeka Gold Resources Tbk. menyatakan masih belum dapat mengungkap secara rinci jumlah maksimum Hong Kong Depositary Receipts (HDR) yang akan diterbitkan dalam rencana pencatatan di Hong Kong Exchanges and Clearing Limited (HKEX).

“Saat ini Perseroan belum dapat menyampaikan secara spesifik jumlah maksimum Hong Kong Depositary Receipts (HDR) yang dapat diterbitkan, baik dalam jumlah absolut terhadap total saham beredar,” kata Sekretaris Perusahaan PT Merdeka Gold Resources Tbk Adi Adriansyah Sjoekri, dikutip dari Keterbukaan Informasi BEI, Rabu (3/6/2026).

Lebih lanjut, Adi mengatakan sejumlah rincian teknispenerbitan HDR masih belum dapat disampaikan kepada publik karena proses persiapan transaksi masih berlangsung.

“Selain itu, saat ini Perseroan juga belum dapat menyampaikan mekanisme pembatasan penambahan jumlah HDR di luar rencana awal, termasuk melalui mekanisme fungibility,” ujarnya.

Disamping itu, Perseroan mengungkapkan hingga saat ini belum dapat menyampaikan secara spesifik jumlah maksimum HDR yang dapat diterbitkan, baik dalam nilai absolut maupun persentasenya terhadap total saham yang beredar.

Selain itu, MDKA juga belum memberikan rincian mengenai mekanisme yang akan membatasi penambahan jumlah HDR di luar rencana awal, termasuk kemungkinan melalui mekanisme fungibility atau konversi dua arah antara saham dan HDR.

“Perseroan menyampaikan bahwa saat ini Perseroan belum dapat menyampaikan secara spesifik pembatasan perdagangan maupun kepemilikan saham perseroan yang dialokasikan untuk pemenuhan HDR,” jelasnya.

 

Pemegang Saham Kontributor HDR Masih Tahap Finalisasi

PerbesarPekerja beraktivitas di BEI, Jakarta, Selasa (4/4). Sebelumnya, Indeks harga saham gabungan (IHSG) menembus level 5.600 pada penutupan perdagangan pertama bulan ini, Senin (3/4/2017). (beritalokal.my.id/Angga Yuniar)

MDKA juga belum mengungkap pihak-pihak pemegang saham yang akan melepas sahamnya untuk dikonversi menjadi HDR. Perseroan menyebutkan bahwa identitas pemegang saham yang terlibat, besaran saham yang akan dikonversi, serta hubungan afiliasi mereka dengan Perseroan masih berada dalam tahap finalisasi komersial.

Menurut manajemen, komposisi tersebut masih dapat berubah mengikuti perkembangan proses pelaksanaan transaksi hingga mendekati tahap implementasi. Oleh karena itu, Perseroan belum dapat memberikan rincian mengenai distribusi kepemilikan maupun porsi saham yang akan menjadi dasar penerbitan HDR di pasar Hong Kong.

“Perseroan menyampaikan bahwa pihak-pihak pemegang saham yang akan melepas sahamnya untuk dikonversi menjadi HDR, termasuk besaran kepemilikan masing-masing dan hubungan afiliasinya dengan Perseroan, masih dalam proses finalisasi komersial dan dapat berubah sesuai dengan perkembangan proses pelaksanaan transaksi,” ujarnya.

 

Manfaat Strategis Bagi Pasar Modal RI

PerbesarPada pembukaan pasar usai libur Lebaran 2025, pada Selasa (8/4/2025), saham-saham Indonesia merosot lebih dari sembilan persen ke level 5.912. (BAY ISMOYO/AFP)

Di sisi lain, MDKA menilai pencatatan HDR di HKEX berpotensi memberikan berbagai manfaat strategis bagi Perseroan maupun pasar modal Indonesia.

Perseroan menyampaikan bahwa pencatatan HDR diharapkan dapat memperkuat platform pasar modal Perseroan dan meningkatkan profil internasional Perseroan; mendiversifikasi dan memperluas basis pemegang saham melalui investor institusi internasional; meningkatkan likuiditas melalui akses ke pasar modal global yang lebih luas; memperkuat tata kelola perusahaan dan standar pelaporan melalui kepatuhan terhadap kerangka regulasi internasional; dan meningkatkan fleksibilitas pendanaan untuk pengembangan proyek dan inisiatif pertumbuhan Perseroan.

“Selain itu, pencatatan HDR diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas Perseroan bagi investor Internasional yang mencari eksposur pada sektor emas Indonesia,” pungkasnya.



error: Content is protected !!