beritalokal.my.id, Jakarta – Indonesia menyambut baik rencana Madagaskar untuk membuka kedutaan besar di Jakarta sebagai langkah memperkuat hubungan bilateral kedua negara yang telah terjalin selama lebih dari lima dekade.
Dukungan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri RI Sugiono usai menerima kunjungan Menteri Luar Negeri Madagaskar Alice N’Diaye di Jakarta, Rabu (3/6/2026).
Menurut Sugiono, kehadiran misi diplomatik Madagaskar di Indonesia akan menjadi tonggak penting dalam mempererat hubungan kedua negara sekaligus meningkatkan keterlibatan negara Afrika tersebut dengan kawasan Asia Tenggara.
“Saya menyampaikan sambutan hangat atas minat Madagaskar untuk mendirikan misi diplomatik di Jakarta di masa mendatang. Kami percaya bahwa kehadiran tersebut akan semakin memperkuat hubungan bilateral kita dan memfasilitasi keterlibatan Madagaskar dengan kawasan ini, dengan ASEAN, serta dengan pasar Asia-Pasifik yang lebih luas,” kata Sugiono dalam konferensi pers bersama.
Pertemuan kedua menlu juga menghasilkan dua kesepakatan penting yang ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Pembentukan Komisi Bersama Kerja Sama Bilateral serta Perjanjian Pembebasan Visa bagi Pemegang Paspor Diplomatik dan Dinas.
Sugiono mengatakan, pembentukan komisi bersama akan menjadi mekanisme kelembagaan baru untuk memperkuat koordinasi dan memperluas kerja sama di berbagai sektor strategis.
“Perjanjian-perjanjian ini akan memberikan kerangka kerja kelembagaan yang lebih kuat untuk kemitraan kita, memfasilitasi koordinasi yang lebih erat antara pejabat pemerintah kita, dan menciptakan peluang yang lebih besar untuk kerja sama di berbagai sektor,” ujarnya.
Selain itu, kedua negara juga membahas kemungkinan penyederhanaan proses visa bagi kalangan pelaku usaha guna mendorong peningkatan kerja sama ekonomi dan perdagangan.
Dalam kesempatan yang sama, Menlu Madagaskar Alice N’Diaye menyambut baik penandatanganan kedua kesepakatan tersebut. Ia menilai pembentukan Komisi Bersama Kerja Sama Bilateral menjadi langkah maju yang signifikan dalam hubungan kedua negara.
“Komisi bersama ini akan menyediakan kerangka kerja yang terstruktur untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah kedua negara, mempromosikan pertukaran, dan mendorong kerja sama yang lebih dinamis di berbagai sektor strategis,” kata N’Diaye.
Ia juga menegaskan pentingnya kemudahan mobilitas masyarakat untuk memperkuat hubungan ekonomi, pendidikan, dan pertukaran antarmasyarakat antara Indonesia dan Madagaskar.
Kunjungan N’Diaye ke Jakarta berlangsung di tengah peringatan 50 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Madagaskar yang jatuh pada 2025. Kedua negara sepakat memanfaatkan momentum tersebut untuk memperluas kerja sama di berbagai bidang, termasuk perdagangan, investasi, pendidikan, energi, dan pembangunan berkelanjutan.
