BeritaLokal, Jakarta – Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID konsisten menjalankan peran strategis sebagai penggerak hilirisasi nasional, menopang pembentukan nilai tambah ekonomi yang berlipat ganda bagi Indonesia. Dalam tahun 2025, pendapatan MIND ID mencatatkan pertumbuhan sebesar 10% dibandingkan tahun sebelumnya, dari Rp 145,21 triliun menjadi Rp 159,46 triliun, sementara laba bersih tercatat Rp 29,89 triliun, atau 16% di atas target perusahaan.
Kinerja ini mencerminkan komitmen MIND ID dalam menjaga ketahanan bisnis melalui strategi adaptif dan integrasi rantai pasok hilirisasi mineral strategis seperti nikel, tembaga, timah, serta pembentukan ekosistem baterai kendaraan listrik Nasional. Sinergi antara ANTAM, Freeport Indonesia, INALUM, dan PT Bukit Asam dalam proyek hilirisasi bauksit-alumina-aluminium di Mempawah, Kalimantan Barat, menjadi contoh keberhasilan tersebut.
Pria Utama, Corporate Secretary MIND ID, menjelaskan bahwa perusahaan tetap memprioritaskan kontribusi terhadap penerimaan negara sebagai bagian dari komitmen sebagai perusahaan milik Negara yang mampu memberikan manfaat optimal bagi Indonesia. Dalam pengembangan proyek pengolahan dan pemurnian bauksit, alumina, dan aluminium di Mempawah, MIND ID menunjukkan konsistensi dalam menjalankan mandat sebagai penggerak hilirisasi mineral strategis.
Selain itu, MIND ID juga aktif mendorong pembentukan ekosistem industri pertambangan yang berkelanjutan, dengan kontribusi pajak, PNBP, royalti, dan dividen mencapai Rp 22,6 triliun. Pencapaian ini terus dilakukan meskipun tantangan ekonomi global dan nasional memengaruhi sektor industri pertambangan di Indonesia.
Pria Utama menekankan bahwa kinerja tahun 2025 bukan hanya hasil dari keberhasilan operasional, tetapi juga bukti komitmen MIND ID dalam menjalankan peran strategis sebagai penggerak hilirisasi. Dengan sinergi lintas sektor dan kontribusi terhadap pembangunan nasional, MIND ID berperan penting dalam memperkuat keberlanjutan ekonomi Indonesia.