Marshanda Jadi Nadia Dalam Film Saat Aku Bersuara, Bahas Harapan, Perjuangan dan Keadilan

BeritaLokal, Jakarta – Film Saat Aku Bersuara menggandeng Marshanda sebagai karakter Nadia, seorang pengacara yang menjadi korban pemerkosaan dua pria bertopeng. Peran ini tidak hanya menyentuh secara emosional, tetapi juga menjadi gerakan sosial untuk membangun keadilan bagi korban kekerasan seksual. Film ini diproduksi bersama Arjuna Mega Films, Lex Pictures, dan Rain Creation, dengan tema yang menggambarkan perjuangan perempuan dalam menyuarakan kebenaran.

Selain itu, Marshanda memperkuat peran Nadia melalui pengalaman pribadi dan riset mendalam. “Sebelum masuk ke mental, aku minta banyak input, mencari informasi, belajar dari sana-sini,” kata Marshanda di Jakarta, menyampaikan keyakinannya bahwa keberanian bersuara adalah kunci untuk mengubah dunia. Proses pembuatan film melibatkan beberapa tahapan penting, seperti reading dengan sutradara Sonu Samtani dan aktor Rifnu Wikana, serta refleksi terhadap cerita yang serupa di film-film luar negeri.

Film ini menampilkan tagar #NoMoreSilence sebagai simbol dari ribuan perempuan Indonesia yang selama ini terjebak dalam budaya bungkam. Penulis naskah Tisa TS menyebutnya sebagai “ajakan” dan “gerakan” yang menginspirasi orang-orang untuk tidak berhenti bersuara. Dalam proses syuting, Marshanda menekankan bahwa setiap adegan harus terjaga keutuhan cerita, meski film ini terkena dampak pandemi Covid-19 selama empat tahun.

Dengan durasi 85 menit, Saat Aku Bersuara menggabungkan drama hukum, ketegangan sosial, dan refleksi keadilan dalam satu layar. Film tayang di bioskop pada 18 Juni 2026. Dalam peran Nadia, Marshanda menunjukkan keterbukaannya untuk menceritakan trauma, harapan, serta upaya mencari keadilan tanpa mengorbankan emosi pribadi.

Pemain dan kru film juga berkomitmen untuk menjaga integritas cerita dari awal hingga akhir. Dengan demikian, Saat Aku Bersuara tidak hanya menjadi film yang menyentuh secara emosional, tetapi juga menjadi bagian dari perubahan sosial dalam masyarakat Indonesia.

error: Content is protected !!