beritalokal.my.id, Jakarta – Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa rangkaian kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke berbagai negara selama sekitar 1,5 tahun terakhir telah menghasilkan sejumlah capaian konkret bagi Indonesia.
Menurut dia, hasil diplomasi tersebut terlihat dari peningkatan investasi, perluasan akses pasar ekspor, penguatan sektor pertahanan, hingga kerja sama internasional di berbagai bidang.
Teddy menilai anggapan yang menyebut kunjungan luar negeri Presiden hanya bersifat seremonial tidak sesuai dengan fakta yang ada.
“Jadi salah besar kalau dibilang hanya gagah-gagahan, seremonial. Jadi kita harus lihat apa yang sudah dicapai dalam 1,5 tahun terakhir ini,” ujar Teddy dalam tayangan Sekretariat Kabinet, Selasa (2/6/2026).
Salah satu capaian penting adalah bergabungnya Indonesia dalam kelompok negara berkembang BRICS. Menurut Teddy, langkah tersebut memberikan manfaat strategis, termasuk membantu menjaga stabilitas pasokan bahan bakar minyak (BBM) serta mendukung kestabilan harga BBM bersubsidi di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian.
Selain itu, Indonesia juga memperoleh keuntungan dalam sektor perdagangan internasional. Sejak 2025, produk ekspor Indonesia disebut telah menikmati tarif 0 persen ke 25 negara di kawasan Uni Eropa.
Kebijakan tersebut dinilai membuka peluang lebih besar bagi produk nasional untuk bersaing di pasar global dan meningkatkan nilai ekspor Indonesia.
Investasi Rp 2.430 Triliun, Jepang dan Korea Tambah Komitmen
PerbesarPresiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto (kanan) bersama Presiden Korea Selatan Lee Jae myung memeriksa barisan kehormatan selama upacara penyambutan di Kantor Kepresidenan, Seoul pada Rabu 1 April 2026. Usai kunjungan kenegaraan di Jepang, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melanjutkan lawatannya ke Korea Selatan.
Di sektor ekonomi, Teddy memaparkan data yang menunjukkan tingginya minat investor terhadap Indonesia dalam beberapa waktu terakhir.
Berdasarkan catatan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), total investasi yang masuk ke Indonesia selama 1,5 tahun terakhir mencapai Rp 2.430 triliun.
Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah. Teddy menyebut kunjungan Presiden Prabowo ke Jepang dan Korea Selatan pada bulan lalu berhasil menghasilkan komitmen investasi baru senilai Rp 575 triliun.
Dengan tambahan tersebut, total nilai investasi dan komitmen investasi yang berhasil dihimpun mencapai lebih dari Rp 3.000 triliun.
Tak hanya ekonomi, pemerintah juga memperkuat sektor pertahanan melalui kerja sama dengan sejumlah negara mitra. Teddy mengatakan Indonesia kini memiliki dukungan alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang lebih kuat berkat kolaborasi dengan berbagai negara, termasuk Prancis, Amerika Serikat, Rusia, China, dan Inggris.
Menurut dia, penguatan pertahanan menjadi bagian penting dari strategi diplomasi pemerintah untuk menjaga stabilitas dan kedaulatan nasional di tengah dinamika geopolitik global yang terus berkembang.
Diplomasi Haji
PerbesarPresiden Prabowo Subianto menyaksikan pertukaran Pernyataan Kehendak (Letter of Intent/LoI) antara Yayasan Khalifa bin Zayed Al Nahyan, Uni Emirat Arab (UEA) dan Kemenag RI. (Biro Pers)
Teddy juga menyoroti dampak diplomasi Presiden Prabowo terhadap penyelenggaraan ibadah haji. Ia menilai hubungan yang semakin erat antara Indonesia dan Arab Saudi berkontribusi pada kelancaran pelaksanaan haji bagi jamaah Indonesia.
Selain itu, kerja sama kedua negara juga mencakup rencana kepemilikan perkampungan haji yang dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi jamaah asal Indonesia.
Di bidang kemanusiaan, Teddy menegaskan Indonesia terus menunjukkan dukungannya kepada Palestina. Dukungan tersebut diwujudkan melalui pengiriman bantuan logistik lewat jalur udara, pengoperasian kapal rumah sakit, hingga penyediaan program beasiswa bagi mahasiswa Palestina untuk menempuh pendidikan di Indonesia.
Menanggapi kritikbiaya perjalanan luar negeri Presiden, Teddy memastikan seluruh kelebihan anggaran dalam kunjungan luar negeri ditanggung secara pribadi oleh Presiden Prabowo Subianto.
Ia juga menyebut jumlah anggota rombongan kepresidenan telah dipangkas secara signifikan menjadi sekitar 50 hingga 60 orang, jauh lebih sedikit dibandingkan periode sebelumnya.
