IHSG Sepekan Turun 0,56%, Rebalancing MSCI hingga Rupiah jadi Pemicu

BeritaLokal, Jakarta – IHSG mengalami koreksi sepekan pada perdagangan 25-29 Mei 2026, mencatat penurunan 0,56% hingga mencapai posisi 6.127,38 dari penutupan pekan lalu di 6.162,04. Kekhawatiran terhadap sentimen eksternal dan internal berdampak pada pergerakan indeks saham, termasuk re-balancing MSCI yang menjadi salah satu penyebab koreksi.

Analitik PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksono mengungkapkan bahwa koreksi IHSG dipengaruhi empat faktor utama. Pertama, durasi perdagangan yang pendek pada pekan ini, sehingga mempercepat tekanan pada indeks. Kedua, pergerakan nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS, yang menurunkan daya beli investor. Ketiga, re-balancing MSCI mengakibatkan aliran dana keluar dari sektor saham komoditas. Keempat, proses negosiasi AS-Iran masih dalam tahap evaluasi, memicu ketidakpastian ekonomi global.

Selain itu, frekuensi transaksi harian menurun 10,87% menjadi 2,11 juta kali dari 2,37 juta kali pekan lalu, sementara volume transaksi turun 15,60% ke 30,95 miliar saham. Nilai transaksi harian terperosok 30,37% menjadi Rp 28,38 triliun dari Rp 21,77 triliun pekan sebelumnya. Investor asing melepas saham sebesar Rp 12,34 triliun selama sepekan, dengan jumlah jual saham lebih besar dibandingkan pekan lalu yang mencapai Rp 807,68 miliar.

Dalam sektor saham, mayoritas mengalami penurunan: sektor energi turun 1,17%, industri tergelincir 2,3%, consumer nonsiklikal tergelincir 2,45%, dan perawatan kesehatan turun 2,2%. Sementara sektor keuangan mengalami penurunan 1,16%, properti dan real estate susut 1,96%, teknologi tergelincir 0,87%. Di sisi lain, basic materials naik 0,79%, consumer siklikal naik 0,02%, infrastruktur melemah 3,87%, dan transportasi/logistik melompat 4,69%.

Analitik memperkirakan IHSG masih berpotensi koreksi pekan depan karena aliran dana keluar akibat re-balancing MSCI dan FTSE serta hari perdagangan yang cenderung pendek. Pemangku kebijakan menyoroti pentingnya regulasi terkait komoditas untuk mengamankan harga emiten, sementara pengumuman FTSE juga berpotensi memicu pergerakan saham.

Sektor saham consumer siklikal turun 10,20%, perawatan kesehatan tergelincir 2,41%, keuangan tergelincir 4,11%, properti dan real estate merosot 8,42%, teknologi susut 5,07%, infrastruktur melemah 10,80%, dan transportasi/logistik turun 19,18%. Nilai transaksi harian menguat 15,68% ke Rp 21,77 triliun, sementara volume transaksi naik 2,53% menjadi 36,67 miliar saham. Frekuensi transaksi turun 6,5% menjadi 2,37 juta kali dari 2,53 juta kali pekan lalu.

Koreksi IHSG menunjukkan ketidakstabilan pasar, terutama di tengah tekanan politik dan ekonomi global yang masih dalam dinamika. Investor perlu memantau perkembangan negosiasi AS-Iran serta kebijakan suku bunga Bank Indonesia untuk mengantisipasi risiko koreksi lebih besar.

Artikel Terkait

0