Daftar Saham Top Gainers Sepekan: Ada MMIX hingga SMMA

BeritaLokal, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi sepekan berikutnya pada 2-5 Juni 2026, turun sebesar 8,69% menjadi 5.594,76 dari posisi 6.127,38. Meski demikian, ada beberapa saham yang mencatat kenaikan besar sebagai top gainers dalam pergerakan pasar tersebut.

Pada perdagangan tersebut, IHSG terpangkas secara signifikan karena faktor eksternal dan internal. Kondisi ekonomi global yang tidak stabil, kinerja investor asing yang melepas saham, serta penurunan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) menjadi pemicu koreksi. Selain itu, re-balancing MSCI-penggantiuran portofolio indeks saham internasional-juga berkontribusi pada pergerakan IHSG yang melemah.

Dalam sepekan ini, 10 saham teratas mencatat kenaikan besar. Paling menggembirakan adalah saham PT Multi Medika Internasional Tbk (MMIX), yang naik 77,73% menjadi Rp 750 per saham dari Rp 422 sebelumnya. Sementara itu, saham PT Nusantara Almazia Tbk (NZIA) melonjak 74,24%, mencapai harga Rp 230 per saham. Saham PT Satu Visi Putra Tbk (VISI) justru turun 38,26% menjadi Rp 1.030 dari Rp 745.

Selain itu, saham PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) naik 31,71%, dan saham PT Asiaplast Industries Tbk (APLI), Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ), serta MUTU menunjukkan kenaikan masing-masing sebesar 21,05%, 11,43%, dan 11,27%. Saham SMMA, yang naik 11,27% menjadi Rp 20.000 per saham dari Rp 17.975, juga termasuk dalam kategori top gainers.

Dalam sepekan ini, volume transaksi harian BEI mengalami penurunan terbesar sejak pekan lalu, dengan rata-rata 2,41 juta kali transaksi dibandingkan 2,11 juta kali. Kapitalisasi pasar BEI turun 8,59% menjadi Rp 9.807 triliun dari Rp 10.729 triliun. Investor asing juga melepas saham sebesar Rp 12,34 triliun dalam sepekan ini, yang mencapai nilai tertinggi sejak Mei 2026.

Sektor saham terpantau mengalami penurunan, seperti sektor energi (turun 1,17%), industri (tergelincir 2,3%), dan perawatan kesehatan (turun 2,2%). Sementara sektor teknologi, keuangan, dan properti juga melemah. Tapi di sisi lain, sektor infrastruktur melompat 4,69%, dan sektor transportasi serta logistic naik 0,02%.

Koreksi IHSG ini menunjukkan ketergantungan pasar terhadap faktor eksternal seperti kebijakan pemerintah, perubahan kondisi ekonomi global, dan dinamika investasi asing. Meski demikian, adanya saham-saham yang mencatat kenaikan besar menunjukkan bahwa investor tetap berada di pasar dengan semangat tertentu.

Artikel Terkait

0