BeritaLokal, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan kenaikan pada sesi pertama perdagangan saham, Rabu (10/6/2026). Kenaikan IHSG hari ini mencapai 2,34% untuk ditutup di level 5.881,23, menunjukkan sentimen positif terhadap nilai tukar rupiah yang menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Sesi pertama memperlihatkan IHSG berada di level tertinggi 5.939,35 dan terendah 5.677,96. Dengan demikian, 543 saham menguat sementara 151 melemah dan 118 diam. Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyebutkan pergerakan IHSG sempat bergejolak pada awal sesi. Meski ada risiko turun akibat aksi ambil untung, ia mengatakan IHSG masih berpeluang menguat karena sentimen positif terhadap rencana buyback emiten perbankan.
Pergerakan nilai tukar rupiah yang menguat menciptakan katalis positif untuk IHSG, meski saat ini berada di level 17.964. Transaksi saham cukup ramai, dengan total frekuensi perdagangan mencapai 2.043.629 kali dan volume perdagangan sebesar 31,7 miliar saham. Nilai transaksi harian saham mencapai Rp 19,9 triliun.
Sektor saham mengalami kenaikan dominan. Sektor energi naik 2,45%, basic 2,38%, industri 2,44%, dan consumer nonsiklikal melompat 0,46%. Sementara sektor consumer siklikal menanjak 1,16%, kesehatan 0,75%, keuangan 3,34%, properti 2,64%, teknologi 4,3%, infrastruktur 1,07%, dan transportasi 3,18%.
Top net buy pada sesi pertama tercatat: PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) dengan Rp 3,59 miliar, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) Rp 3,55 miliar, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) Rp 3,4 miliar, PT Ciputra Development Tbk (CTRA) Rp 2,4 miliar, dan PT XL Axiata Tbk (EXCL) Rp 2,3 miliar. Sementara top net sell mencakup PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 461,4 miliar, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp 315,07 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 279,71 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 165,94 miliar, dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp 142,60 miliar.
Pergerakan IHSG terutama dipengaruhi oleh dinamika nilai tukar rupiah, sektor teknologi yang menguat, serta aksi jual saham dari investor asing. Meski ada risiko turun akibat aksi ambil untung, kenaikan IHSG hari ini menunjukkan sentimen positif terhadap kepercayaan publik terhadap pasar saham Indonesia.