IHSG Sempat Tersungkur 4%, 595 Saham Melemah

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) makin tertekan pada awal sesi perdagangan saham Senin, (8/6/2026).

PerbesarSeorang pria melihat ponselnya di depan layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), yang anjlok signifikan selama pembukaan pasar, di gedung Bursa Efek Indonesia di Jakarta pada Rabu 13 Mei 2026. (BAY ISMOYO/AFP)

, Jakarta – Tekanan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berlanjut pada awal sesi perdagangan, Senin, (8/6/2026). IHSG hari ini meninggalkan posisi 5.400 di tengah seluruh sektor saham memerah.

Berdasarkan data RTI, saat dipantau pukul 09.14 WIB, IHSG turun 4,03% menjadi 5.372. Indeks saham LQ45 terperosok 4,33% menjadi 533. Seluruh indeks saham acuan kompak tertekan.

Pada awal sesi perdagangan, IHSG berada di level tertinggi 5.490,11 dan level terendah 5.346,33.Sebanyak 595 saham melemah sehingga bebani IHSG. Sedangkan hanya 56 saham menguat dan 67 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham 352.722 kali dengan volume perdagangan saham 5,5 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 3,5 triliun. Seluruh sektor saham tertekan. Sektor saham energi turun 4,34%, sektor saham basic melemah 5,24%, sektor saham industri tergelincir 4,37%.

Selanjutnya sektor saham consumer nonsiklikal susut 3,79%, sektor saham consumer siklikal melemah 3,82%, sektor saham kesehatan terpangkas 2,72%. Lalu sektor saham keuangan turun 2,62%, sektor saham properti merosot 2,94%

Selanjutnya sektor saham teknologi susut 1,63%, sektor saham infrastruktur melemah 6,01% dan sektor saham transportasi tergelincir 4,49%.

Pembukaan IHSG

Sebelumnya, IHSG kembali melanjutkan koreksi pada awal sesi perdagangan saham Senin, 8 Juni 2026. Koreksi IHSG hari ini terjadi di tengah bursa saham Asia yang tertekan dan seluruh sektor saham memerah.

Mengutip data RTI, IHSG dibuka turun 1,94% menjadi 5.486,31 saat dipantau pada pukul 08.58 WIB. Saat dipantau pukul 09.00 WIB, IHSG kembali tertekan turun 2,19%. Kemudian kembali melemah 2,71% menjadi 5.493. Pada pukul 09.03 WIB, IHSG turun 3,03% menjadi 5.421.

Indeks saham LQ45 susut 3,15% menjadi 540,18. Seluruh indeks saham acuan terpukul. Pada awal sesi perdagangan, IHSG berada di level tertinggi 5.490,11 dan level terendah 5.424,80.

 

Sektor Saham

PerbesarPekerja tengah melintas di dekat papan pergerakan IHSG usai penutupan perdagangan pasar modal 2017 di BEI, Jakarta, Jumat (29/12). Pada penutupan perdagangan saham, Jumat (29/12/2017), IHSG menguat 41,60 poin atau 0,66 persen. (/Angga Yuniar)

Sebanyak 436 saham melemah sehingga bebani IHSG. 78 saham menguat dan 152 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham 123.419 kali dengan volume perdagangan saham 1,7 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 1,2 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 18.099.

Seluruh sektor saham tertekan. Sektor saham energi melemah 3,71%, sektor saham basic turun 4,15%, sektor saham industri terpangkas 3,65%.

Lalu sektor saham consumer nonsiklikan melemah 3,01%, sektor saham consumer siklikal terpangkas 3,31%, sektor saham kesehatan terperosok 2,15%. Kemudian sektor saham keuangan terpangkas 1,91%, sektor saham properti tergelincir 2,9%, sektor saham teknologi turun 1,61%, sektor saham infrastruktur melemah 4,58% dan sektor saham transportasi turun 4,69%.

Prediksi IHSG dan Saham Pilihan

PerbesarPengunjung melintas dilayar pergerakan saham di BEI, Jakarta, Senin (30/12/2019). Pada penutupan IHSG 2019 ditutup melemah cukup signifikan 29,78 (0,47%) ke posisi 6.194.50. (/Angga Yuniar)

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melemah pada perdagangan saham Senin, (8/6/2026). IHSG hari ini rawan koreksi ke posisi 5.395-5.412.

IHSG merosot 4,2% menjadi 5.594 dan masih didominasi oleh tekanan jual pada Jumat, 5 Juni 2026 dan masih didominasi oleh tekanan jual.

Secara mingguan atau weekly, IHSG terpangkas 8,69% dan disertai dengan ada peningkatanan tekanan jual

“Posisi IHSG sedang berada pada bagian dari wave (v) darn wave [v] dari wave 5. Hal ini berarti, IHSG masih rawan melanjutkan downtrendnya ke rentang 5.395-5.412,” ujar Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana.

Ia menuturkan, hal itu juga sekaligus untuk menutup area gap yang terbentuk dan moving average (MA) 200 secara monthly.

Herditya menuturkan, IHSG akan bergerak di kisaran 5.517,5.381 dan level resistance 5.941,6.588.

Sementara itu, dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG akan melemah dengan level support dan level resistance 5.370-5.730.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, Herditya memilih saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ).



error: Content is protected !!