Goldman Sachs Dongkrak Target Indeks Saham Negara Berkembang

BeritaLokal, Jakarta – Goldman Sachs menaikkan target indeks saham negara berkembang MSCI Emerging Markets Index seiring adanya permintaan pada teknologi artificial intelligence (AI), menunjukkan kekuatan pasar global yang terus berubah. Perubahan ini memperkuat perhitungan jangka panjang perusahaan finansial tersebut untuk menggarap sektor saham Asia, khususnya di Korea Selatan dan Taiwan.

Indeks MSCI yang sebelumnya berharga 1.787,88 pada penutupan Mei 2026 kini diperkirakan mencapai level 2.000 dalam 12 bulan mendatang, menunjukkan kenaikan hampir 12%. Kebijakan ini didorong oleh reli saham di pasar Asia Utara, yang dipimpin oleh bursa saham Korea Selatan dan Taiwan yang mengalami kenaikan 9% pada Mei. Kenaikan harga saham tersebut ditunjukkan sebagai dampak dari permintaan AI dalam industri teknologi, terutama untuk chip memori kelas atas yang menciptakan krisis pasokan dan menarik harga naik.

Sementara itu, Goldman Sachs mengatakan bahwa pertumbuhan laba per saham (EPS) indeks MSCI akan mencapai 55% pada tahun 2026, meningkat dari perkiraan sebelumnya 45%. Prediksi ini diperkuat oleh kenaikan ekspektasi pendapatan di Korea Selatan dan Taiwan, yang menjadi penentu utama dalam pergerakan indeks. Di luar pasar teknologi, Goldman Sachs memperkirakan pertumbuhan EPS hanya sebesar 11% untuk 2026 dan 2027, menunjukkan bahwa dampak AI terhadap keuntungan masih dalam jangka pendek.

Di sisi lain, pasar Afrika Selatan, Brasil, dan UEA diperkirakan bisa berkinerja lebih baik karena optimisme atas kesepakatan AS-Iran. Jika konflik tersebut terselesaikan, mata uang seperti rand Afrika Selatan, won Korea, zloty Polandia, dan peso Chili dapat menonjol dalam pasar internasional. Obligasi mata uang lokal juga diperkirakan akan melihat perubahan positif terhadap pemulihan ekonomi.

Perusahaan finansial ini juga menyebutkan bahwa kenaikan EPS pada 2027 mencapai 20%, yang sedikit lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya 19%. Namun, perubahan ini masih di bawah prediksi untuk pasar Asia Utara, yang disebut sebagai penyumbang setengah bobot indeks.

Dengan peningkatan target dan perhitungan jangka panjang, Goldman Sachs menunjukkan kekuatan strategisnya dalam menggandakan jumlah saham negara berkembang di tengah dinamika pasar global yang terus berubah.

Artikel Terkait

0