BeritaLokal, Jakarta – Harga aset kripto Solana (SOL) mengalami penurunan tajam hingga mencapai level USD 61, yang merupakan posisi terendah sejak November 2023. Penurunan ini memicu kekhawatiran di kalangan pelaku pasar karena menunjukkan tekanan jual yang masih kuat di tengah pelemahan pasar kripto secara keseluruhan.
Penurunan harga SOL mencapai lebih dari 4 persen dalam hari sebelumnya, dengan penurunan mingguan hampir 24 persen dan bulanan sekitar 30 persen. Jika dibandingkan dengan awal tahun, nilai aset kripto ini telah kehilangan hampir separuh nilainya. Penurunan ini dipicu oleh kombinasi faktor seperti aksi investor besar (whale), arus keluar dana dari produk investasi institusi, serta tekanan pasar kripto secara umum.
Salah satu peristiwa yang menarik adalah transaksi besar yang dilakukan oleh Forward Industries. Perusahaan tersebut memindahkan sebanyak 455.784 SOL ke Coinbase Prime dengan nilai transaksi sekitar USD 31,9 juta. Tindakan ini memicu spekulasi di kalangan investor tentang potensi aksi jual lanjutan yang dapat menambah tekanan terhadap harga SOL.
Kerugian besar juga dialami oleh Forward Industries. Perusahaan tersebut mengalokasikan dana sekitar USD 1,59 miliar untuk membeli 6,83 juta SOL pada harga rata-rata USD 232 per token pada September 2025. Namun, akibat penurunan harga yang tajam, nilai kepemilikan tersebut kini menyusut menjadi sekitar USD 458,6 juta, menunjukkan kerugian belum terealisasi sebesar USD 1,3 miliar. Analis Jack Adams memperkirakan harga SOL masih berpotensi bergerak dalam kisaran USD 58 hingga USD 67 dalam beberapa bulan mendatang, meski peluang pemulihan ke rentang USD 120-175 tergantung pada kembalinya sentimen pasar.
Tren pelemahan harga juga muncul dari perubahan pola ETF berbasis SOL di Amerika Serikat. Sebelumnya, arus masuk dana (inflow) terjadi secara konsisten, tetapi sejak Maret lalu, ETF Solana mulai mengalami arus keluar dana bersih (net outflow). Perubahan ini menunjukkan penurunan minat investor institusi terhadap SOL. Pada bulan lalu, peningkatan penarikan dana dari ETF terjadi seiring penurunan harga SOL dari USD 91 ke USD 81, yang mengkhawatirkan pola serupa dapat kembali terjadi pada level harga lebih rendah.
Di sisi lain, pasar derivatif kripto juga mengalami gejolak besar. Data CoinGlass menunjukkan lebih dari USD 1,5 miliar posisi perdagangan kripto mengalami likuidasi dalam 24 jam terakhir. Sebagian besar likuidasi berasal dari posisi beli (long position) yang bertaruh pada kenaikan harga aset digital. SOL menjadi salah satu aset yang paling terdampak oleh gelombang likuidasi tersebut.
Dengan tekanan dari investor besar, melemahnya minat institusi, dan volatilitas tinggi di pasar derivatif, pergerakan harga SOL dalam jangka pendek masih menghadapi tantangan. Pelaku pasar kini menantikan apakah level USD 60 mampu bertahan sebagai area penopang harga atau justru membuka peluang koreksi yang lebih dalam.