Harga Perak Antam 19 Juni 2026 Merosot Rp 2.600

BeritaLokal, Jakarta – Harga perak PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan tajam pada Jumat, 19 Juni 2026, terkait penurunan harga global dan sinyal hawkish dari Federal Reserve (the Fed). Data dari laman logammulia.com menunjukkan bahwa harga perak Antam turun sebesar Rp 2.600 menjadi Rp 43.150, dibandingkan dengan harga sebelumnya yang mencapai Rp 45.750.

Perak batangan 250 gram dihargai Rp 11.312.500 dan perak batangan 500 gram dipatok Rp 21.700.000, menunjukkan kenaikan harga yang signifikan dalam beberapa hari terakhir. Penurunan harga perak dunia mencapai 2,62%, mengikuti dampak dari penurunan harga emas dan sinyal kebijakan hawkish the Fed.

Sementara itu, harga emas dunia melemah 0,6% menjadi US$ 4.232,01 per ounce pada Jumat, menembus level terendah sejak November 2025. Pergerakan ini disebabkan oleh sinyal kebijakan hawkish the Fed dan kenaikan dolar AS. Kepastian gencatan senjata AS-Iran yang mengurangi risiko inflasi dan menurunkan harga minyak juga menjadi faktor penurunan harga emas.

Dalam pernyataan Vice President and Senior Metal Strategist Zaner Metals, Peter Grant, “Kenaikan suku bunga the Fed yang hawkish memperkuat dolar AS, yang pada gilirannya membuat emas lebih mahal bagi pembeli luar negeri.” The Fed tetap mempertahankan suku bunga pada Rabu, namun 9 dari 19 pengambil kebijakan melihat perlu kenaikan suku bunga akhir tahun.

Pertumbuhan harga emas terus dipengaruhi oleh lingkungan tinggi suku bunga, yang membuat aset ini kesulitan mengikuti tren pasar. Konflik di Timur Tengah dan kesepakatan perdamaian AS-Iran menjadi penentu utama dalam dinamika harga minyak dan emas. Harga Brent dan WTI turun ke level terendah sejak Maret, mencerminkan kinerja pasar yang terpuruk akibat ketegangan regional.

Selain itu, aliran energi melalui Selat Hormuz mempercepat pulihnya aktivitas pasokan, meski perlu waktu bulanan untuk menyeimbangkan kebutuhan global. Investor tetap berhati-hati, mengharapkan kelonggaran suku bunga AS sebesar 88% pada Desember, menurut CME FedWatch Tool.

Kondisi ini menunjukkan bahwa pasokan dan permintaan perak serta emas terus dipengaruhi oleh dinamika geopolitik global, dengan penguatan dolar AS menjadi faktor kunci dalam pergerakan harga.

error: Content is protected !!