Harga Emas Antam Hari Ini Anjlok Rp 30.000

BeritaLokal, Jakarta – Harga emas Antam hari ini, Kamis 18 Juni 2026, mengalami penurunan signifikan sebesar Rp 30.000 per gram, turun ke level Rp 2.703.000 per gram. Harga buyback juga merosot sebanyak Rp 39.000, mencapai Rp 2.475.000 per gram. Perubahan ini terjadi setelah harga emas dunia mengalami penurunan pada perdagangan Rabu (17/6/2026) karena Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,5%-3,75%.

Sementara itu, harga emas Antam mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah pada Kamis, 29 Januari 2026, saat tercatat Rp 3.168.000 per gram. Namun, dalam periode ini, harga buyback juga mencapai level Rp 2.989.000 per gram. Harga emas Antam hari ini dijelaskan oleh situs resmi Logam Mulia, dengan data yang didukung kredibilitas tinggi.

Pertumbuhan harga emas dunia terpengaruh langsung oleh keputusan The Fed mempertahankan suku bunga acuan. Dalam proyeksi terbaru, pejabat The Fed mengubah perkiraan sebelumnya untuk pemangkasan suku bunga pada tahun ini menjadi tidak pasti. Mayoritas anggota Komite FOMC tetap melihat peluang kenaikan suku bunga masih terbuka, meski satu anggota (Ketua The Fed, Kevin Warsh) absen dalam proses voting.

Harga emas spot dunia turun 1,03% menjadi US$ 4.285,52 per ons, sementara kontrak berjangka AS melemah 0,84% ke level US$ 4.317,8 per ons. Pernyataan FOMC menyebutkan inflasi tetap tinggi dibanding target 2%, yang memperkuat ekspektasi pasar bahwa The Fed belum terburu-buru melonggarkan kebijakan moneternya. Hal ini mengurangi daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil (non-yielding asset), sehingga mendorong aksi jual yang menekan harga logam mulia.

Berikut daftar harga emas Antam terbaru:, 0,5 gram: Rp 1.401.500, 1 gram: Rp 2.703.000, 2 gram: Rp 5.346.000, 3 gram: Rp 7.994.000, 5 gram: Rp 13.290.000, 10 gram: Rp 26.525.000, 25 gram: Rp 66.187.000, 50 gram: Rp 132.295.000, 100 gram: Rp 264.512.000, 250 gram: Rp 661.015.000, 500 gram: Rp 1.321.820.000, 1.000 gram: Rp 2.643.600.000

Harga emas Antam mengalami penurunan terkait dinamika pasar global, sementara perubahan kebijakan The Fed memperkuat tekanan pada harga logam mulia. Kondisi ini menunjukkan bahwa pasokan dan permintaan menjadi faktor utama dalam pergerakan harga emas di pasar lokal dan internasional.

error: Content is protected !!