Harga Bitcoin Masih Tertekan Tersengat Aksi Ambil Untung

beritalokal.my.id, Jakarta – Harga bitcoin (BTC) turun di bawah US$ 73.000 atau Rp 1,3 miliar (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.830) pada Kamis pagi, (28/5/2026). Hal ini seiring dana yang diperdagangkan di bursa atau exchange traded fund (ETF) Bitcoin mencatat arus keluar bersih terbesar sejak akhir Januari 2026.

Mengutip the block, Kamis pekan ini, kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar ini turun 3,6% dalam 24 jam terakhir menjadi US$ 72.842 atau Rp 1,29 miliar pada pukul 01.50, berdasarkan the block’s price. Sementara itu, ether (ETH) melemah 4,8% menjadi US$ 1.974. XRP terpangkas 3,5% dan Solana turun 3,6%.

Pada Kamis sore pukul 14.40 WIB, harga bitcoin melemah 3,28% menjadi US$ 73.283 atau Rp 1,3 miliar dalam 24 jam terakhir. Harga Ethereum juga lesu dalam 24 jam terakhir. Harga Ethereum turun 4,14% menjadi US$ 1.990 atau Rp 35,48 juta.

“Penurunan tajam ini mencerminkan pergerakan penghindaran risiko yang didorong oleh aksi ambil untung setelah harga tertinggi baru-baru ini, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah, dan kehati-hatian makro yang lebih luas di tengah berita utama geopolitik,” ujar Direktur LVRG Research Nick Ruck.

Sementara itu, Analis Zeus Research, Dominick John menuturkan, penurunan pasar kripto terutama disebabkan oleh rotasi modal ke ekuitas TradFi, bersamaan dengan likuiditasi derivative besar-besaran yang mendorong harga lebih jauh ke bawah setelah level kunci BTC dan ETH ditemus.

“Ketidakpastian makro dan geopolitik yang lebih luas juga membuat pelaku pasar bersikap defensif, membatasi permintaan pembelian saat harga turun,” John menambahkan.

Di sisi lain, Kepala Riset Presto Research, Peter Chung menuturkan, bitcoin telah menunjukkan pola perdagangan yang aneh.

“Setelah berfluktuasi di atas US$ 80.000 pada awal bulan, harganya telah turun selama dua minggu terakhir, berkinerja lebih buruk daripada aset berisiko seperti S&P 500 dan Nasdaq,” kata Chung.

“Kelemahan ini tampaknya sebagian besar didorong oleh arus keluar ETF bitcoin spot, dengan penarikan mingguan mencapai level yang terakhir terlihat selama penurunan Oktober 2025 dan Februari 2026,” tutur dia.

IBIT Mencatat Rekor Arus Keluar

PerbesarIlustrasi bitcoin (Foto: Visual Stories/Unsplash)

ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat mencatatkan arus keluar bersih US$ 733,4 juta atau Rp 13,07 triliun pada Rabu pekan ini, menandai arus keluar harian terbesar sejak 29 Januari, menurut data SoSoValue.

Hal yang perlu diperhatikan yakni IBIT milik BlackRock mencatat arus keluar bersih US$ 527,8 juta, arus keluar terbesar kedua sejak diluncurkan. GBTC milik Grayscale mencatatkan arus keluar bersih sebesar US$ 104,8 juta atau Rp 1,86 triliun. Di sisi lain, empat ETF lainnya dari Grayscale, Fidelity, Bitwise dan Ark serta 21Shares juga mencatatkan arus negatif.

MSBT milik Morgan Stanley merupakan satu-satunya ETF bitcoin spot yang mencatatkan arus positif, menarik masuk dana US$ 4,3 juta atau Rp 76,67 miliar kemarin.

 

Arus Keluar IBIT

PerbesarIlustrasi bitcoin dan ethereum (Foto: Unsplash/Thought Catalog)

John menuturkan, arus keluar itu didorong salah satunya de-risking institusional. Ia menambahkan, arus keluar IBIT pada Rabu dipengaruhi oleh transaksi blok besar yang terjadi sehari sebelumnya.

Analis ETF Senior Bloomberg, Eric Balchunas pada Selasa menyoroti ada transaksi besar sebanyak 29,2 juta saham IBIT senilai US$ 1,3 miliar atau Rp 23,18 triliun yang membantu meningkatkan total volume ETF bitcoin pada Selasa menjadi US$ 4,4 miliar atau Rp 78,46 triliun, level tertinggi sejak 17 April.

Ruck juga mencatat pelaku pasar memantau momentum aliran ETF dan level support di skeitar US$ 70.000 atau Rp 1,24 miliar untuk bitcoin karena arus keluar yang berkelanjutan dapat menandakan reposisi institusional lebih lanjut dari kripto.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. beritalokal.my.id tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.



error: Content is protected !!