Distribusi Minyak Goreng ke Indonesia Timur Makin Cepat

BeritaLokal, Jakarta – Pengembangan Rantai Pasok Minyak Goreng: INL Pindah ke Surabaya untuk Efisiensi dan Ketersediaan Pasok

Selain memperkuat produksi minyak sawit mentah (MSM) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV PalmCo juga mengambil langkah strategis dengan mendirikan fasilitas pengemasan minyak goreng di Pelabuhan Kalimas, Tanjung Perak, Surabaya. Proyek ini diproyeksikan mampu mempercepat distribusi minyak goreng ke wilayah Indonesia Timur, Sulawesi, dan Maluku, sekaligus mengurangi biaya logistik sebesar 40 persen dibandingkan sistem sebelumnya.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K Santosa, menjelaskan bahwa pindahnya titik distribusi ke Surabaya merupakan bagian dari transformasi perusahaan yang menekan biaya logistik dan memperkuat penetrasi pasar di wilayah timur. Lokasi Surabaya dipilih karena memiliki konektivitas pelabuhan yang kuat, membuat waktu pengiriman lebih singkat dan pasokan terjaga. “Dengan pengemasan dilakukan di Surabaya, distribusi menjadi lebih efisien, biaya logistik bisa ditekan hingga 40 persen,” katanya saat peresmian fasilitas baru.

Efisiensi ini sangat penting karena biaya logistik masih menjadi tantangan utama dalam distribusi pangan nasional, terutama untuk minyak goreng yang sering berdampak pada harga konsumen di wilayah kepulauan. Sebagai pelabuhan terbesar di Indonesia, Tanjung Perak sebelumnya menjadi simpul distribusi barang ke kawasan timur. Namun, posisi Surabaya yang lebih dekat dengan pasar tujuan memungkinkan pengiriman lebih cepat dan pasokan tetap stabil.

Pengoperasian fasilitas pengemasan di Surabaya berlangsung bersama PT Lestari Jaya Indonesia Maju (LJIM). Komisaris LJIM, Mayjen TNI Gamal Haryo Putro, menekankan bahwa distribusi awal telah berjalan dengan respons positif dari pasar. “Kapasitas operasional akan ditingkatkan secara bertahap mengikuti pertumbuhan permintaan di wilayah sasaran,” katanya.

Dalam era kebutuhan konsumsi rumah tangga dan industri makanan meningkat, INL melihat potensi pertumbuhan permintaan minyak goreng di Indonesia Timur. Strategi ini juga bertujuan memperkuat ketahanan rantai pasok nasional dengan sistem distribusi yang lebih dekat ke pasar tujuan. “Kami ingin produk minyak goreng bisa menjangkau masyarakat secara lebih efektif,” kata Jatmiko.

Proyek ini diharapkan tidak hanya mempercepat distribusi, tetapi juga meningkatkan daya saing produk minyak goreng di pasar Indonesia bagian tengah dan timur. Dengan biaya logistik terjaga, perusahaan berharap bisa menarik lebih banyak investor dan pelaku usaha yang mengedepankan kebutuhan pangan nasional.

Pemindahan titik distribusi ke Surabaya juga menjadi langkah strategis untuk memperkuat kapasitas hilirisasi PTPN IV, sehingga produk dapat mencakup masyarakat secara lebih luas. Dengan fokus pada transformasi bisnis yang melibatkan nilai tambah dari hilir, perusahaan berharap bisa menjawab tantangan perekonomian nasional di tengah kenaikan permintaan kebutuhan pokok.