beritalokal.my.id, Karangasem – PT Pertamina (Persero) terus memperkuat upaya menjaga ketahanan energi nasional dengan memastikan keandalan fasilitas operasional dan kelancaran distribusi energi di berbagai wilayah. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui kunjungan Management Walkthrough Dewan Komisaris Pertamina ke Integrated Terminal (IT) Manggis di Kabupaten Karangasem, Bali.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau langsung kesiapan fasilitas operasional sekaligus memastikan pasokan energi bagi masyarakat Bali dan wilayah sekitarnya tetap terjaga dengan baik.
IT Manggis Jadi Simpul Penting Distribusi Energi di Bali dan Nusa Tenggara
PerbesarFoto dok. Pertamina
Integrated Terminal Manggis memiliki peran strategis dalam rantai distribusi energi nasional. Selain menjadi terminal terbesar di Pulau Bali, fasilitas ini juga berfungsi sebagai hub utama yang mendukung distribusi energi ke sejumlah terminal lain di kawasan Nusa Tenggara.
Terminal yang berdiri di atas lahan seluas 17 hektare tersebut menyalurkan berbagai jenis bahan bakar, mulai dari Pertalite, Pertamax, BioSolar, Marine Fuel Oil (MFO), hingga Marine Diesel Fuel (MDF).
Dari IT Manggis, distribusi BBM dilakukan ke 148 SPBU, 54 Pertashop, 2 Agen Premium dan Minyak Solar (APMS), 2 SPBU Nelayan (SPBUN), SPBU Kompak, hingga berbagai sektor industri.
Selain BBM, terminal ini juga mendukung distribusi LPG ke 16 Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) PSO, 4 SPPBE Non-PSO, serta sejumlah pelanggan industri.
Komisaris Utama sekaligus Komisaris Independen Pertamina, Mochamad Iriawan, menegaskan bahwa IT Manggis memegang peran penting dalam menjaga ketahanan energi nasional sehingga keandalan operasional harus terus ditingkatkan.
“HSSE adalah license to operate tidak ada kompromi terhadap keselamatan pekerja, keamanan fasilitas maupun perlindungan lingkungan hidup. Awareness terhadap aspek safety, emergency respon risk mitigation dan perlindungan lingkungan, harus ditingkatkan, dan semua pihak harus memastikan operasional aman, responsif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Dorong Penguatan Fasilitas dan Kesiapsiagaan Operasional
PerbesarFoto dok. Pertamina
Dalam kesempatan tersebut, Mochamad Iriawan juga menekankan pentingnya aspek keandalan fasilitas, salah satunya melalui upaya pembangunan fasilitas jetty 1. Diharapkan dengan pembangunan tersebut akan meningkatkan fleksibilitas operasi, keandalan bongkar muat, mempercepat distribusi energi, mengurangi resiko antrian dan keterlambatan kapal, menguatkan ketahanan suplai energi dan dapat meningkatkan efisiensi operasional IT Manggis secara keseluruhan.
Aspek selanjutnya penguatan rencana darurat dan kesiapsiagaan, yaitu koordinasi dengan stakeholder maritim, keandalan fasilitas marine serta kemampuan penanganan keadaan darurat yang terus diperkuat dan diuji secara berkala.
“Saya mengapresiasi, dedikasi seluruh perwira yang terus menjaga operasi berjalan lancar dan baik, bangun budaya safety, disiplin operasional dengan sinergi dan rasa memiliki. IT Manggis diharapkan dapat terus meningkatkan keandalan operasi dan jadi terminal aman, modern dan berstandar kelas dunia,” tegasnya.
Turut hadir kegiatan di Management Walkthrough Komisaris Independen Pertamina, Condro Kirono, Komisaris independen Pertamina, Raden Adjeng Sondaryani, Komisaris Pertamina, Nanik S. Deyang, Komisaris Pertamina, Heru Pambudi, serta Komisaris Pertamina, Laode Sulaiman sekaligus Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas).
Laode Sulaeman dalam kunjungan itu juga mengapresiasi kesiapan Pertamina yang ia nilai cukup baik, juga handal baik dari aspek stok maupun distribusi energi.
“Tantangan yang dihadapi dalam operasional di IT Manggis, salah satunya adalah cuaca, namun saya melihat tantangan itu berhasil diatasi dengan sangat baik oleh perwira di IT Manggis, melalui berbagai upaya yang dilakukan,” tutupnya.
