Celine Menangis Saat Anaknya Masuk Pendidikan Pesantren

BeritaLokal, Jakarta – Pemerintah memulai tahapan pendidikan formal Jemima Guri Clementine Sompie di sebuah pondok pesantren pada Minggu (5/7/2026) dengan momen yang tak terlupakan bagi Celine Evangelista. Aktris berusia 34 tahun itu mengaku menangis haru saat melihat putrinya memasuki fase baru dalam kehidupannya. Momen ini menjadi bagian dari perjalanan spiritualnya yang tidak bisa dikecualikan, terutama setelah ia menyadari bahwa cinta kepada anak bukan hanya bentuk rasa sakit, tetapi juga ikhtiar untuk menjaga keseimbangan antara kehidupan dunia dan akhirat.

Momen emosional itu dirangkum dalam foto Instagram yang memperlihatkan Celine mengenakan cadar hitam, merapikan tempat tidur Jemima sebelum meninggalkan pesantren. Dalam rekaman tersebut, Celine terlihat tegang, namun tetap menunjukkan kehangatan dalam pemandangan yang biasa dianggap sebagai momen perpisahan. “Ini bukan hanya perpisahan, tapi pengalaman yang sangat berarti,” ujar Celine dalam wawancara terdahulu. Ia mengaku bahwa putrinya telah tumbuh dari kecil dengan ikatan ketat dengan dirinya, sehingga melepasnya jauh dari rumah menjadi momen yang penuh makna.

Sebelum pulang, Celine sempat mengintip Jemima yang sedang melaksanakan salat berjemaah di masjid bersama teman-temannya. Ia memastikan kondisi putrinya baik-baik saja sebelum akhirnya berpamitan dan menekankan pentingnya belajar dengan sungguh-sungguh. “Jemima harus diberi kelancaran, tapi juga kepercayaan diri,” kata Celine. Pendidikan di pesantren, kata dia, menjadi jembatan untuk mengajarkan nilai-nilai agama, kemandirian, dan kesadaran diri.

Perjalanan spiritual Celine Evangelista juga mendapat perhatian publik. Sejak lahir dari keluarga Katolik, ia terbiasa berinteraksi dengan lingkungan yang memiliki sejumlah anggota agama Islam. Pendidikan Islam yang dia alami sejak kecil membantu ia menghafal beberapa surat pendek Al-Qur’an dan memahami konsep keimanan. “Kehidupan saya tidak pernah terpisahkan dari agama,” kata Celine, menegaskan bahwa keputusan untuk menyekolahkan Jemima di pesantren adalah bagian dari sikapnya yang penuh keikhlasan.

Dalam momen ini, Celine juga memohon doa agar setiap langkah Jemima dalam menuntut ilmu menjadi jalan menuju rida Allah. Ia berharap putrinya terus diberi perlindungan, memiliki iman yang kokoh, dan bisa menjadi pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat. Momen ini tidak hanya menggambarkan kisah keluarga, tetapi juga menunjukkan bagaimana keikhlasan dalam pernikahan dan tugas orang tua terhadap anak merupakan hal yang sangat penting.

Dengan momen ini, Celine Evangelista menjadi sosok yang mampu memperkuat ikatan antara kehidupan dunia dan akhirat. Pendidikan formal Jemima di pesantren, kata dia, adalah langkah kunci untuk menciptakan generasi yang lebih beriman dan berkualitas.

Artikel Terkait

0