Prambanan Jazz Festival 2026 Menutup Rangkaian Acara Dengan Penampilan Terkenal

BeritaLokal, Yogyakarta – Prambanan Jazz Festival 2026 resmi menutup rangkaian acaranya pada Minggu (5/7/2026). Festival bertema “Celebrating The Joy” ini berhasil meramaikan hari terakhir dengan penampilan musisi lintas generasi, kolaborasi seni, dan kejutan tak terduga. Pameran yang berlangsung di Candi Prambanan, Yogyakarta, menggabungkan lagu-lagu internasional hingga karya lokal dalam satu kesatuan yang menarik perhatian publik.

Selain The Rose dan KLa Project, festival juga menyajikan penampilan Henry Moodie dari Kancah Internasional, Tulus, serta reuni Jikustik dengan mantan vokalisnya Pongki Barata. Konser di Rukun Stage menggelar lagu favorit seperti Utopia dan Red, sementara Guyub Stage menutup acara dengan penampilan KLa Project yang memadukan lagu-lagu andalannya seperti Yogyakarta. Tulus, yang baru merilis lagu terbarunya Teh Hijau, juga menjadi sorotan saat membawakan karya ini secara langsung di atas panggung.

Kolaborasi seni menjadi ciri khas festival hari terakhir. Wayang Bocor dan Didik Nini Thowok menghadirkan pertunjukan yang memadukan teknik tradisional dengan musik modern, melibatkan artis seperti Eko Nugroho, Ki Catur Kuncoro, dan Ari Wulu. Eko Nugroho juga dipercaya sebagai Commissioned Artist untuk festival 2026, menghasilkan karya visual yang menjadi identitas visual acara.

Penutupan festival dihadirkan oleh The Rose dan KLa Project dalam dua konser berbeda. The Rose, band asal Korea Selatan, membawakan lagu-lagu seperti Utopia dan Walking on Clouds, sementara KLa Project menutup dengan penampilan Yogyakarta yang mengajak penonton lintas generasi bernyanyi bersama. Penampilan ini menjadi momen berkesan bagi banyak pengunjung, terutama karena kesatuan antara seni musik dan budaya lokal.

Prambanan Jazz Festival 2026 berhasil menciptakan pengalaman yang menyentuh dengan menggabungkan kejutan musikal hingga karya seni tradisional. Kegiatan ini menunjukkan potensi Yogyakarta sebagai pusat budaya dan seni, sekaligus memperkuat peran festival sebagai ajang dialog antarbudaya.

Artikel Terkait

0