Bidik Jutaan Anggota, BSN Garap Potensi Ekonomi Jumbo Muhammadiyah

BeritaLokal, Jakarta – PT Bank Syariah Nasional (BSN) mengambil langkah strategis untuk mendukung ekonomi jumbo Muhammadiyah melalui kerja sama multi-pilar yang berkelanjutan selama lima tahun. Proyek ini menitikberatkan pada penguatan inklusi keuangan, transparansi operasional, dan layanan perbankan syariah yang dirancang untuk menyentuh berbagai segmen masyarakat Muhammadiyah, termasuk guru, karyawan, dan pemilik Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Kolaborasi ini diharapkan menjadi pilar penting dalam memperkuat ekonomi umat secara nyata.

Direktur Utama BSN, Alex Sofyan Noor, mengungkapkan bahwa kerja sama ini bertujuan untuk mempermudah operasional persyarikatan serta ribuan jaringan AUM. “Kami ingin menyajikan solusi keuangan produktif yang langsung berdampak pada para anggota, guru, dan karyawan di lingkungan Muhammadiyah,” katanya dalam wawancara terkini. Kolaborasi ini juga dirancang sebagai bentuk pendekatan Maqashid Syariah untuk memastikan kemaslahatan dan keselamatan umat.

Ketua PP Muhammadiyah, Irwan Akib, menegaskan bahwa Muhammadiyah tidak hanya sebagai organisasi dakwah, tetapi juga sebagai inisiatif inklusif yang mendorong pemberdayaan ekonomi. “Kerja sama ini diharapkan menjadi daya dukung finansial bagi ribuan AUM, mulai dari perguruan tinggi hingga panti asuhan,” katanya. Irwan juga menekankan pentingnya pendampingan SDM dan kesejahteraan pengajar, mengingat basis siswa dan mahasiswa Muhammadiyah sebagian besar berada di tingkat ekonomi menengah ke bawah.

Di segmen ritel, BSN menawarkan Kartu Debit Co-Brand yang terhubung langsung dengan aplikasi Aisyiyah Super Apps (MASA) untuk mempermudah akses layanan tabungan. Produk seperti BSN Tabungan Berkah Wadiah diberikan dengan setoran awal minimal Rp 50.000 dan bebas biaya administrasi bulanan. Di sektor perumahan, BSN telah menyalurkan pembiayaan KPR sebanyak 980 unit, terdiri dari 835 unit KPR Subsidi dan 145 unit KPR Non-Subsidi, dengan penerapan skema beasiswa atau pembiayaan penyelesaian studi bagi mahasiswa yang membutuhkan dana.

Pada sektor produktif, BSN menyuntikkan modal kerja komersial khusus untuk AUM melalui skema margin miring 7,25% per tahun dan diskon biaya administrasi 50%. Layanan ini mencakup pembiayaan pembangunan perumahan (BSN Yasa Griya), pengadaan lahan, dan modal kerja kontraktor. Selain itu, BSN juga menawarkan layanan Virtual Account untuk rekonsiliasi otomatis dan peningkatan jaringan QRIS Merchant yang mencakup mitra besar seperti Yoshinoya dan Beard Papa.

Dalam hal transparansi, Bank BSN memperkuat pengelolaan keuangan sekolah, rumah sakit, serta unit bisnis Muhammadiyah dengan platform Bale Syariah by BSN yang dilengkapi fitur Islami, seperti jadwal sholat, arah kiblat, dan lokasi masjid. Bank juga menawarkan aplikasi mobile banking untuk penggunaan efisien, serta program edukasi literasi keuangan syariah.

Kinerja BSN tercatat positif dengan peningkatan aset hingga 23% YoY mencapai Rp 78,21 triliun dan laba tahun berjalan naik 40% YoY menjadi Rp 473 miliar. DPK Muhammadiyah telah ditambahkan ke BSN, dengan dana penempatan yang akan dikonsolidasikan sebagai acuan plafon pembiayaan lanjutan.

Kerja sama ini menandai penguatan hubungan strategis antara kedua institusi, dengan harapan mendorong ekonomi umat melalui layanan keuangan syariah yang sekaligus menguatkan kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat.