Perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran telah membuka jalan bagi kargo di Selat Hormuz

BeritaLokal, Jakarta – Perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran telah membuka jalan bagi kargo di Selat Hormuz, meski dua kapal milik PT Pertamina (Persero), Pertamina Pride dan Gamsunoro, masih tertahan di jalur laut ini. Dua kapal tersebut membawa minyak mentah untuk disuplai ke kilang Pertamina di Cilacap, Jawa Tengah.

VP Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri untuk memastikan akses kapal Pertamina segera terbuka. “Kami fokus pada keamanan awak, kargo, serta kapal sendiri sebagai aset penting,” kata Baron saat diwawancara wartawan di Sarinah, Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Pada hari ini, dua kapal Pertamina yang tertahan sejak blokade awal beberapa waktu lalu masih berada di Selat Hormuz. Kapal pertama, Very Large Crude Carrier (VLCC) Pertamina Pride, membawa minyak mentah untuk distribusi ke wilayah Indonesia. Kapal kedua, tanker Gamsunoro, juga terlibat dalam pengiriman kargo tersebut. Baron menegaskan bahwa stok minyak di dalam negeri tetap aman dan cukup, meski suplai dari Timur Tengah masih tertunda.

Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan komunikasi terus berjalan baik antara PIS (PT Pertamina International Shipping) dengan pihak berwenang. Vega Pita, Pjs Corporate Secretary PIS, menegaskan dua kapal tersebut masih dalam pengawasan intensif. “Kami tetap melibatkan kementerian dan otoritas lain untuk memastikan perencanaan pelayaran aman,” kata dia dalam pernyataan tertulis, Minggu (19/4/2026).

Pertamina menggaransi bahwa kondisi jalur Selat Hormuz akan segera kembali kondusif. “Keselamatan seluruh awak kapal dan muatan menjadi prioritas utama,” kata Vega. Pihaknya juga menyiapkan perencanaan pelayaran (passage plan) yang memastikan operasional kapal dapat berjalan aman.

Meski belum ada kepastian kapan kapal tersebut bisa kembali bekerja, Pertamina tetap menjaga ketenangan di jalur strategis ini. “Kami terus berkomunikasi secara intensif untuk memastikan proses logistik energi nasional terjalin dengan baik,” tandas Baron.

Pertamina Patra Niaga, armada kapal yang menjadi penghubung distribusi energi domestik, juga mengoptimalkan peran mereka dalam menjaga kestabilan supply chain. Dengan kondisi jalur masih stabil, pihaknya berharap kargo bisa segera dipergunakan untuk ketahanan energi nasional.

error: Content is protected !!