BeritaLokal, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan penyaluran kredit Himbara tetap berjalan meski Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate. Hal ini ditegaskan dalam pertemuan dengan jajaran direksi dan komisaris Himbara, mengingat pentingnya aktivitas ekonomi dan sektor usaha terhadap stabilitas perekonomian nasional.
Airlangga menyatakan bahwa kenaikan BI Rate tidak akan menjadi penghambat bagi aliran kredit ke masyarakat dan bisnis. Meski tidak ada arahan langsung dari Presiden Joko Widodo, ia menekankan pentingnya peran bank-bank milik negara sebagai agen pembangunan ekonomi. “Harapan ke depan adalah kredit tetap jalan,” katanya dalam acara pembukaan Program Magang Nasional Lulusan Perguruan Tinggi 2025 Batch 1 di Istana Negara, Kamis (18/6/2026).
Ia juga mengingatkan bahwa kenaikan BI Rate akan mendorong penyesuaian bunga kredit di sektor perbankan, termasuk Himbara. “Diharapkan Himbara tidak terlalu cepat menaikkan suku bungan,” kata Airlangga. Presiden Prabowo Subianto meminta bank-bank dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk memperkuat peran sebagai penggerak ekonomi nasional, khususnya melalui kebijakan ekspor satu pintu dan penempatan devisa hasil ekspor (DHE) melalui bank-bank tersebut.
Pertemuan tersebut juga menyentuh rencana strategis pemerintah untuk meningkatkan peran BUMN dalam pengembangan ekonomi. Airlangga menjelaskan bahwa kebijakan ekspor satu pintu dan DHE melalui Himbara diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi sambil menjaga momentum pembangunan nasional. “Dengan adanya kebijakan ini, Himbara memiliki peran yang besar untuk mendorong perekonomian,” katanya.
Sementara itu, pihak BI memastikan bahwa kenaikan suku bunga akan terus diimbangi dengan langkah-langkah pengawasan terkait aliran kredit ke sektor ekonomi. Pemerintah berharap kebijakan ini tidak mengganggu arus perdagangan dan aktivitas bisnis, sambil tetap memastikan stabilitas makroekonomi.