Desa Wisata di Dieng Pancing Turis Lewat Pertanian

BeritaLokal, Jakarta – Kawasan dataran tinggi Dieng di Jawa Tengah terus menarik wisatawan dengan strategi integrasi pertanian dan pariwisata yang berjalan efektif. Desa Patakbanteng, Kabupaten Wonosobo, menjadi contoh keberhasilan dalam mewujudkan visi “agrowisata” yang menggabungkan ekonomi lokal dengan pengalaman alam.

Kepala Desa Wisata Patakbanteng Solichin menegaskan bahwa kawasan ini tidak hanya dikembangkan melalui aktivitas pariwisata, tetapi juga memperkuat sektor pertanian sebagai penyedia kebutuhan pokok dan sumber pendapatan. “Kita ingin menggabungkan nilai-nilai budaya lokal dengan dunia wisata,” kata Solichin saat berbincang dengan rekan media di Desa Patakbanteng, Jawa Tengah, Kamis (11/6/2026).

Dalam program Bakti BCA, desa ini mendorong warga mengembangkan agrowisata melalui kegiatan seperti menanam tanaman endemik Gunung Prau dan memperkenalkan proses pertanian secara langsung. “Para tamu bisa menyaksikan masa panen, mendengar penjelasan tentang cara merawat tanaman, hingga mengambil buah secara live,” ujar Solichin. Program ini juga menfasilitasi pengunjung untuk melakukan camping di lokasi yang menjadi daya tarik alam.

Kebijakan Bakti BCA tidak hanya berfokus pada keuntungan ekonomi. Desa Patakbanteng menghadapi tantangan ketika generasi muda mulai meninggalkan pertanian, sehingga perlu inovasi untuk menyelaraskan sektor pariwisata dengan pertanian. “Kita ingin membangun kembali minat para muda terhadap tanah sendiri,” kata Solichin.

Selain itu, desa ini juga menggarap konservasi bibit endemik Gunung Prau. Program ini dimulai dari bulan Januari hingga Maret, saat suhu dan kelembapan memungkinkan penanaman tanaman secara efektif. “Bulan tersebut adalah waktu ideal untuk menanam karena suhu tidak terlalu tinggi,” kata Solichin.

Dalam menghadapi tantangan ekonomi, Desa Patakbanteng mendorong warga menjadi pengusaha UMKM dan pelaku industri rumahan. Contohnya, warung 24 jam yang membuka di sekitar kawasan wisata atau produk olahan seperti keripik kentang dan buah carica (pepaya gunung). “Ini tidak hanya mengalihkan ekonomi dari pertanian ke pariwisata, tetapi juga memperkuat kemandirian lokal,” kata Solichin.

Kondisi alam di Dieng tetap menjadi daya tarik utama, meski sektor pariwisata terus berkembang. “Saat musim kemarau, suhu dingin mencapai 0 hingga -2°C, yang membuat pendaki harus lebih berhati-hati,” kata Solichin. Dengan strategi ini, desa tetap menjaga keseimbangan antara pengembangan ekonomi dan kelestarian alam.

Kebijakan Bakti BCA di Desa Patakbanteng menjadi pendorong penting dalam memperkuat potensi wisata dan pertanian. Dengan kerja sama bersama, desa ini berharap bisa menginspirasi kawasan lain untuk menggabungkan sektor ekonomi lokal dengan dunia alam yang indah.