BeritaLokal, Medan – Program Kelas Digital (Smart Class) di SMP Negeri 1 Medan mulai menunjukkan dampak nyata, dengan pembelajaran yang lebih interaktif dan modern. Diperkenalkan sejak akhir 2025, program ini dirancang untuk mengubah pola belajar mengajar agar sesuai dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan siswa dalam era digital.
Selain itu, pihak sekolah fokus pada siswa kelas 8, yang mendapatkan peluang merasakan pengalaman pembelajaran berbasis teknologi. Proses seleksi terbuka untuk semua siswa, dengan 32 siswa dipilih dari sejumlah pendanaan yang tersedia. Guru-guru di kelas ini juga melalui seleksi ketat untuk memastikan kompetensi mereka dalam menggunakan alat digital.
Peralatan yang digunakan mencakup ruang kelas kedap suara, pendingin ruangan (AC), dan perangkat Interactive Flat Panel (IFP) atau papan tulis digital. Proses pembelajaran dilakukan secara paperless, dengan materi, tugas, dan evaluasi dilaksanakan melalui platform Learning Management System (LMS). Hal ini mengurangi penggunaan kertas dan memudahkan siswa terbiasa dengan ekosistem teknologi.
Hj. Rohanim, Pelatih Tugas SMP Negeri 1 Medan, menyatakan bahwa keberadaan IFP dan fasilitas lainnya membuat siswa lebih fokus dan semangat belajar meningkat. “Anak-anak merasa nyaman dan konsentrasi belajar jadi lebih baik,” katanya.
Sekolah saat ini memiliki tiga unit IFP, dengan dua bantuan pemerintah pusat dan satu dari Pemko Medan. Dengan fasilitas ini, SMP Negeri 1 Medan mulai merancang pengembangan Kelas Digital secara mandiri. Hj. Rohanim menegaskan bahwa targetnya adalah memperluas manfaat program ke semua siswa.
Program ini merupakan bagian dari proyek percontohan (piloting) yang dijalankan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Medan. Prayogi, Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Medan, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk menghadapi tantangan era digital sekaligus menyelaraskan sistem pembelajaran dengan teknologi. “Pembelajaran smart class harus selaras dengan perkembangan zaman,” ujarnya.
Dalam implementasi, konsep paperless didukung melalui pemanfaatan LMS. Buku paket dipindahkan ke format digital, dan penggunaan buku tulis konvensional ditekan. Program ini telah diterapkan di puluhan sekolah percontohan di Kota Medan, dengan fokus pada siswa kelas 8 SMP. Pemilihan jenjang dilakukan agar sekolah memiliki waktu untuk memetakan kemampuan siswa sebelum seleksi internal.
Sekolah juga menghargai partisipasi orang tua dalam pemilihan siswa. Sebelum menetapkan siswa ke Kelas Digital, sekolah melakukan sosialisasi. Dengan demikian, program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Medan secara bertahap.