RUPS Alfamart Setujui Dividen 50% dari Laba Bersih 2025

Alfamart akan membagikan dividen Rp 1,7 triliun pada 25 Juni 2026. Nilainya naik menjadi 50% dari laba bersih tahun buku 2025.

PerbesarRapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT).

, Jakarta – PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp 1,7 triliun dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Kantor Pusat Alfamart, Tangerang, Kamis (4/6/2026).

Nilai dividen perusahan dengan kode saham AMRT ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada tahun lalu rasio pembagian dividen (dividend payout ratio) sebesar 40 persen dari laba bersih, tahun ini meningkat menjadi 50 persen.

“Dalam RUPS menyetujui pembagian dividen naik dari 40 persen pada tahun lalu, menjadi 50 persen dari total laba bersih, sebanyak Rp 1,7 triliun, akan dibagikan 25 Juni 2026,” ujar Corporate Secretary PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, Tomin Widian, dalam Public Expose Perseroan di Alfa Tower, Tangerang, Kamis (4/6/2026).

Keputusan tersebut sejalan dengan kinerja keuangan perseroan yang tetap tumbuh sepanjang 2025. Alfamart membukukan pendapatan sebesar Rp 126,74 triliun dan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 3,41 triliun.

Presiden Direktur PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, Anggara Hans Prawira, mengatakan capaian tersebut menunjukkan kemampuan perseroan menjaga pertumbuhan bisnis meski menghadapi berbagai tantangan eksternal.

“Pencapaian ini menunjukkan keberhasilan Perseroan dalam mempertahankan kinerja usaha di tengah tekanan eksternal, melanjutkan tren pertumbuhan pada tahun sebelumnya di mana Perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp 118,23 triliun dan laba bersih sebesar Rp 3,15 triliun,” ungkap Anggara.

Optimis Kinerja di 2026

PerbesarRapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT).

Memasuki 2026, perseroan tetap optimistis terhadap prospek industri ritel nasional. Optimisme tersebut ditopang oleh proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diperkirakan berada di kisaran 5,33 persen hingga 5,4 persen, didukung percepatan belanja fiskal dan stabilitas moneter yang menopang daya beli masyarakat.

“Kami tetap optimis, walaupun tadi kita tahu banyak sekali tantangan, tapi kita masih mengupayakan yang terbaik untuk bisa tetap mencapai target-target yang bersama. Which is angkanya, ya sorry saya enggak bisa mention, tapi ya kita usahakan lebih baik dari dibanding tahun sebelumnya,” kata Anggara.



error: Content is protected !!