3 Penyebab Dee Lestari Comeback ke Jagat Musik, Api Jiwa Kembali Menyala!

BeritaLokal, Jakarta – Delapan belas tahun berlalu sejak album Rectoverso terbit, dan Dee Lestari kini mengakhiri jeda dengan comeback yang menarik. Album bertajuk (Jangan) Jatuh Cinta akan dirilis 10 Juni 2026, dalam rangkaian event hearing session di Blok M, Jakarta Selatan. Dalam acara tersebut, Dee Lestari mengungkap tiga momen penting yang memicu kembali ke dunia tarik suara.

Selain itu, Dee Lestari menyebutkan bahwa perubahan besar terjadi pada dirinya setelah kehilangan dua pria terdekat, yaitu suami dan ayah. “Ketika almarhum Reza Gunawan masih hidup, kami sempat berdiskusi tentang keseimbangan antara karier menulis dan musik,” kata Dee Lestari. Mendiang Reza mendorongnya untuk kembali ke dunia tarik suara dengan pesan sederhana: “Anggap aja itu sebagai investasi.” Hal ini menjadi motivasi terbesar, karena Dee memiliki banyak karya yang belum dirilis, termasuk proyek “cuci gudang” dan lagu-lagu dari masa kecil.

Namun, dukungan Reza tidak segera membawanya menuju kesimpulan pasti. “Saya masih merasa tak tahu cara bermain di industri yang sudah terbiasa dengan risiko,” kata Dee. Di tengah ketidakpastian tersebut, ia memulai kembali karaoke kecil di rumah, dengan pita dan mikrofon sendiri. “Di malam itu, saya merasakan ada api di hati saya,” katanya, menggambarkan perubahan yang terjadi setelah kehilangan ayah.

Momen kedua yang menentukan adalah pelaporan perasaan kosong setelah kehilangan dua pria utama. Dee mengakui bahwa empat tahun terakhir menjadi “masa krisis” karena kehilangan pasangan dan anak. Saat ayahnya berpulang, ia merasakan keheningan yang mendalam. “Saya fungsional tapi tak ada api di hati,” kata Dee. Di sela-sela situasi itu, ia mulai menikmati momen asyik karaoke dengan temannya, yang menjadi pembuka untuk kembali berimajinasi melalui lagu-lagu kecil.

Dalam event hearing session, Dee juga menegaskan bahwa penulisan musik bukan sekadar hobi, tetapi bagian dari identitasnya. “Karya-karya sebelumnya adalah tabungan yang harus bertemu pendengar,” kata dia. Kini, dengan kembali berkarier, ia berharap bisa membangun kembali hubungan antara keindahan musik dan emosinya.

Dengan tiga momen tersebut, Dee Lestari menggambarkan perjalanan penuh krisis dan revolusi yang tak terduga. Sebagai bentuk penghargaan terhadap dirinya sendiri, album Jangan Jatuh Cinta diharapkan menjadi bagian dari kembali ke dunia musik yang lebih sehat.

Artikel Terkait

0