beritalokal.my.id, Moskow – Serangan drone yang memicu kebakaran besar di terminal minyak St. Petersburg terjadi hanya beberapa jam sebelum dimulainya Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg (SPIEF) 2026, Selasa (3/6/2026).
Meski insiden tersebut menimbulkan ledakan dan kobaran api yang terlihat dari sejumlah wilayah kota, aktivitas masyarakat di St. Petersburg tetap berlangsung normal.
Jurnalis beritalokal.my.id, Khairisa Ferida, yang berada di Rusia untuk meliput SPIEF 2026 melaporkan bahwa warga tetap beraktivitas seperti biasa di tengah kabar serangan drone tersebut.
“Situasi di kota terlihat normal. Orang-orang tetap berjalan kaki dan beraktivitas seperti biasa,” kata Khairisa lewat pesan singkatnya pada Rabu (3/6/2026).
Namun, dampak serangan dilaporkan dirasakan oleh sejumlah jurnalis asing yang menghadiri forum ekonomi tahunan tersebut. Khairisa mengatakan, akses internet mengalami gangguan sehingga menyulitkan proses peliputan dan pengiriman laporan.
Sebelumnya, sebuah terminal minyak di wilayah Leningrad Oblast dilaporkan diserang drone. Warga St. Petersburg melaporkan mendengar ledakan keras dan melihat kobaran api serta asap hitam membumbung dari kawasan pelabuhan, demikian dikutip dari laman Kyiv Independent.
Saluran berita independen Rusia, Astra, berdasarkan analisis rekaman visual yang beredar di media sosial, menyimpulkan sejumlah drone menghantam fasilitas Terminal Minyak St. Petersburg dan menyebabkan kebakaran.
Terminal Minyak St. Petersburg merupakan salah satu fasilitas penyimpanan dan ekspor bahan bakar terbesar di Rusia. Fasilitas yang berada di Teluk Finlandia itu memiliki kapasitas penanganan hingga 12,5 juta ton produk minyak per tahun.
Gubernur Leningrad Oblast Aleksandr Drozdenko mengatakan, sistem pertahanan udara Rusia menembak jatuh 50 drone di wilayah tersebut pada Selasa. Namun, ia tidak memberikan komentarlaporan kebakaran di terminal minyak.
Hingga kini, tingkat kerusakan fasilitas akibat serangan tersebut belum dapat dipastikan secara independen.
Serangan drone juga berdampak pada operasional penerbangan di Bandara Pulkovo, St. Petersburg. Kantor berita pemerintah Rusia, TASS, melaporkan hampir 30 penerbangan mengalami penundaan lebih dari dua jam, sementara sembilan penerbangan lainnya dialihkan ke bandara lain.
Insiden itu terjadi bertepatan dengan dimulainya SPIEF 2026, forum ekonomi tahunan yang menjadi ajang utama Rusia untuk menarik investasi dan menunjukkan ketahanan ekonominya di tengah sanksi Barat.
Forum yang sering dijuluki “Davos Rusia” tersebut dihadiri delegasi dari lebih dari 130 negara dan wilayah. Acara berlangsung di pusat konvensi Expoforum yang berjarak sekitar 17 kilometer dari lokasi terminal minyak yang dilaporkan menjadi sasaran serangan.
