Pembukaan IHSG Sesi Kedua Anjlok 5% Dipicu Pelemahan Rupiah

BeritaLokal, Jakarta – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi signifikan pada sesi kedua perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu, (3/6/2026). IHSG terpantau anjlok 5,16% ke level 5.874, sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) tetap di kisaran 17.900.

Analitik PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, mengungkapkan bahwa tekanan IHSG dipengaruhi oleh pelemahan rupiah, yang menjadi penyebab utama koreksi tersebut. “Koreksi IHSG saat ini disebabkan oleh adanya pelemahan nilai tukar rupiah terhadap USD,” kata Wicaksana dalam wawancara dengan beritalokal.my.id. Ia menambahkan, pergerakan IHSG masih dalam fase downtrend dan belum ada tanda pembalikan arah yang jelas.

Sementara itu, sektor saham mengalami koreksi terbesar. Sektor basic turun 10,93%, energi 7,85%, industri 6,49%, dan consumer nonsiklikal 4,79%. Sementara sektor consumer siklikal menunjukkan koreksi 4,17%, sektor keuangan turun 3,44%, dan properti 5,2%. Sektor teknologi melemah 3,41%, infrastruktur 7,27%, serta transportasi 6,19% juga terpantau koreksi.

Dalam sesi kedua, saham KETR mengalami koreksi tajam sebesar 14,39% ke level Rp 565 per saham. Harga saham ini dibuka naik 10 poin menjadi Rp 670, dengan harga tertinggi Rp 670 dan terendah Rp 565. Volume perdagangan saham mencapai 840.275 unit, dengan nilai transaksi harian sebesar Rp 50,6 miliar.

Sementara itu, saham CPIN mengalami koreksi 5,91% ke level Rp 3.840 per saham, dengan harga tertinggi Rp 3.970 dan terendah Rp 3.810. Saham SINI merosot 10% menjadi Rp 10.800, dibuka naik 400 poin ke Rp 12.400, dengan harga tertinggi Rp 12.400 dan terendah Rp 10.800. Saham BNBR melemah 14,17% ke level Rp 108 per saham, dibuka naik satu poin menjadi Rp 128.

Data perdagangan hari ini menunjukkan total frekuensi transaksi sebanyak 1.869.560 kali dengan volume perdagangan saham 27,3 miliar unit. Nilai transaksi harian saham mencapai Rp 15,6 triliun. Posisi dolar terhadap rupiah tetap di kisaran 17.928.

Pada sesi kedua, IHSG bergerak antara level 5.863,99 dan 6.213,80. Kenaikan harga saham tercatat dalam beberapa perusahaan seperti SINI, CPIN, dan BNBR. Namun, koreksi IHSG masih memengaruhi investor untuk melakukan strategi buy on weakness (BoW) atau menunggu kondisi lebih baik sebelum berinvestasi.

Artikel Terkait

0