Pembukaan IHSG Sesi Kedua Anjlok 5% Dipicu Pelemahan Rupiah

beritalokal.my.id, Jakarta – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sesuai prediksi kembali melemah pada pembukaan perdagangan saham sesi kedua, Rabu, (3/6/2026). IHSG turun 5,16% dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih di kisaran 17.900.

Mengutip data RTI, IHSG melemah 5,19% menjadi 5.874. Indeks saham LQ45 tergelincir 4,96% menjadi 588,23. Seluruh indeks saham acuan kompak tertekan.

Pada awal sesi kedua perdagangan saham, IHSG berada di level tertinggi 6.213,80 dan level terendah 5.863,99. Sebanyak 718 saham melemah sehingga bebani IHSG. 35 saham menguat dan 59 saham diam di tempat.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana mengatakan, tekanan IHSG, salah satunya didorong pelemahan rupiah.

“Kami perkirakan koreksi yang terjadi Jakarta Composite Index saat ini disebabkan oleh adanya pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS,” kata Herditya saat dihubungi beritalokal.my.id.

Ia menuturkan, pergerakan IHSG juga dibebani oleh emiten konglomerasi yang selama dua hari belakangan ini bergerak menguat signifikan, bahkan mengalami auto reject atas (ARA). “Dari sisi teknikal, pergerakan JCI masih berada di fase downtrend-nya dan belum menunjukkan ada tanda pembalikan arah yang valid,” ujar Herditya.

Herditya sebelumnya menuturkan, IHSG masih koreksi. Di tengah tekanan IHSG itu, ia menuturkan, investor yang masih memiliki kas dapat melakukan averaging dan buy on weakness (BoW), tetapi juga wait and see dahulu.

Total frekuensi perdagangan saham 1.869.560 kali dengan volume perdagangan saham 27,3 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 15,6 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.928.

Seluruh sektor saham tertekan. Sektor saham basic merosot 10,93%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham energi terpangkas 7,85%, sektor saham industri turun 6,49%, sektor saham consumer nonsiklikal tergelincir 4,79%.

Lalu sektor saham consumer siklikal susut 4,17%, sektor saham kesehatan melemah 5,55%, sektor saham keuangan terpangkas 3,44%. Kemudian sektor saham properti susut 5,2%, sektor saham teknologi melemah 3,41%, sektor saham infrastruktur turun 7,27% dan sektor saham transportasi melemah 6,19%.

Pada sesi kedua perdagangan saham, saham KETR merosot 14,39% menjadi Rp 565 per saham. Harga saham KETR dibuka naik 10 poin menjadi Rp 670 per saham. Saham KETR berada di level tertinggi Rp 670 dan terendah Rp 565 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 9.576 kali dengan volume perdagangan saham 840.275 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 50,6 miliar.

 

Gerak Saham

PerbesarSebelumnya, IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (29/1/2026) pagi dibuka melemah 357,76 poin atau 4,30 persen ke posisi 7.962,79. Tampak dalam foto, papan elektronik menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (29/1/2026). (YASUYOSHI CHIBA/AFP)

Harga saham CPIN turun 5,91% menjadi Rp 3.840 per saham. Harga saham CPIN dibuka turun menjadi Rp 3.950 per saham dari penutupan sebelumnya Rp 4.060 per saham. Harga saham CPIN berada di level tertinggi Rp 3.970 dan terendah Rp 3.810 per saham. Total frekuensi perdaganagn 5.150 kali dengan volume perdagangan saham 87.535 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 34,1 miliar.

Harga saham SINI merosot 10% menjadi Rp 10.800 per saham. Harga saham SINI dibuka naik 400 poin menjadi Rp 12.400. Saham SINI berada di level tertinggi Rp 12.400 dan terendah Rp 10.800 per saham. Total frekuensi perdagangan 881 kali dengan volume perdagangan saham 14.094 saham. Nilai transaksi harian Rp 16,1 miliar.

Harga saham BNBR terpangkas 14,17% melemah Rp 108 per saham. Harga saham BNBR dibuka naik satu poin menjadi Rp 128 per saham. Saham BNBR berada di level tertinggi Rp 129 dan level terendah Rp 108 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 31.751 kali dengan volume perdagangan saham 12.263.530 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 139,5 miliar.



error: Content is protected !!