beritalokal.my.id, Moskow – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengajak diaspora Indonesia di Rusia untuk berperan lebih aktif dalam mendukung pembangunan nasional melalui kontribusi pengetahuan, investasi, jejaring profesional, hingga pengembangan teknologi dan inovasi.
Ajakan itu disampaikan AHY saat bertemu Duta Besar RI untuk Federasi Rusia Jose A.M. Tavares, jajaran KBRI Moskow, dan perwakilan diaspora Indonesia di Rusia pada Minggu (31/5/2026) waktu setempat.
Pertemuan tersebut berlangsung di sela rangkaian Konsultasi Bilateral II Indonesia-Rusia yang digelar sebagai tindak lanjut kerja sama kedua negara di bidang infrastruktur dan konektivitas maritim, demikian rilis yang diterima beritalokal.my.id dari Kemenko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan pada Rabu (3/6).
Dalam kesempatan itu, AHY menyampaikan apresiasi kepada KBRI Moskow atas dukungannya dalam memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Rusia.
“Setiap diplomasi internasional membutuhkan koordinasi yang tidak sederhana. Kami sungguh menghargai dedikasi KBRI Moskow dalam menjaga dan memperkuat hubungan baik Indonesia dan Federasi Rusia,” kata AHY.
Di hadapan diaspora, AHY memaparkan sejumlah program strategis nasional yang mendukung target pertumbuhan ekonomi 8 persen sebagaimana dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Program tersebut antara lain pembangunan Giant Sea Wall Pantai Utara Jawa, Program Pembangunan 3 Juta Rumah, pengembangan transportasi massal dan jaringan kereta lintas pulau, penerapan kebijakan Zero Over Dimension Over Load (ODOL), penguatan ketahanan air, rehabilitasi pascabencana, hingga pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Menurut AHY, pembangunan infrastruktur tidak hanya ditujukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan, energi, dan air, serta meningkatkan pemerataan pembangunan antarwilayah.
Ia menilai diaspora Indonesia di Rusia memiliki posisi strategis sebagai mitra pembangunan nasional karena dapat menjembatani berbagai peluang kerja sama di bidang perdagangan, pendidikan, riset, energi, kemaritiman, logistik, dan infrastruktur.
“Diaspora Indonesia bukan hanya representasi bangsa di luar negeri, melainkan juga mitra strategis pembangunan nasional. Kami melihat banyak peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan, mulai dari transfer pengetahuan, pengembangan jejaring bisnis, promosi investasi, hingga penguatan diplomasi teknologi dan inovasi,” ujar AHY.
AHY juga mendorong diaspora untuk membantu memperluas akses pasar produk Indonesia di Rusia, termasuk komoditas perikanan, kopi, rempah-rempah, dan produk maritim lainnya.
“Kami berharap diaspora dapat menjadi bagian dari solusi untuk memperluas jejaring perdagangan Indonesia di Rusia, sekaligus membuka peluang kerja sama ekonomi yang lebih luas antara kedua negara,” katanya.
Menutup pertemuan, AHY mengajak diaspora Indonesia di Rusia untuk terus memperkuat hubungan dengan Tanah Air dan mengambil peran dalam pembangunan nasional.
“Pertemuan ini bukan sekadar ajang silaturahmi, melainkan juga wujud ikatan yang kuat antara tanah air dan putra-putri bangsa yang tengah berkarya di luar negeri. Mari terus menjaga koneksi, memperkuat kolaborasi, dan bersama-sama berkontribusi untuk Indonesia yang semakin maju, sejahtera, dan berdaya saing global,” tuturnya.