beritalokal.my.id, Jakarta – Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) betah di zona merah pada penutupan perdagangan sesi pertama, Rabu, (3/6/2026). Analis menilai, koreksi IHSG pada sesi pertama didorong nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Selain itu, seluruh sektor saham memerah sehingga bebani IHSG.
Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup turun 4,94% menjadi 5.889,48 pada sesi pertama perdagangan saham. Indeks saham LQ45 tergelincir 4,64% menjadi 590,55. Seluruh indeks saham acuan tertekan.
Pada penutupan perdagangan sesi pertama, IHSG berada di level tertinggi 6.213,80 dan level terendah 5.876,31. IHSG tertekan di tengah 714 saham melemah. 64 saham diam di tempat dan 35 saham menguat.
Total frekuensi perdagangan saham 1.798.806 kali dengan volume perdagangan saham 26,4 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 14,9 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.915.
Pengamat pasar modal Reydi Octa menuturkan, koreksi IHSG didorong sentimen internal dan eksternal. Dari sentimen eksternal didorong geopolitik seiring meningkatnya ketegangan Amerika Serikat (AS) dan Iran. Sedangkan dari sentimen internal, salah satunya dipicu kurs dolar Amerika Serikat yang makin perkasa terhadap rupiah. Di tengah sentimen itu, Reydi mengimbau investor untuk tetap mencermati IHSG sehingga tidak kehilangan momentum.
Demikian juga disampaikan, Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana. Ia menuturkan, tekanan IHSG, salah satunya didorong pelemahan rupiah.
“Kami perkirakan koreksi yang terjadi Jakarta Composite Index saat ini disebabkan oleh adanya pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS,” ujar Herditya saat dihubungi beritalokal.my.id.
Ia menuturkan, pergerakan IHSG juga dibebani oleh emiten konglomerasi yang selama dua hari belakangan ini bergerak menguat signifikan, bahkan mengalami auto reject atas (ARA). “Dari sisi teknikal, pergerakan JCI masih berada di fase downtrend-nya dan belum menunjukkan ada tanda pembalikan arah yang valid,” ujar Herditya.
Sektor Saham
PerbesarKaryawan melintasi layar pergerakan IHSG, Jakarta, Rabu (3/8/2022). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Rabu (3/08/2022), ditutup di level 7046,63. IHSG menguat 58,47 poin atau 0,0084 persen dari penutupan perdagangan sehari sebelumnya. (beritalokal.my.id/Angga Yuniar)
Pada sesi pertama, IHSG berada di level tertinggi 6.213,80 dan level terendah 5.876,31. Sebanyak 714 saham melemah sehingga membebani IHSG. 64 saham diam di tempat dan 35 saham menguat. Total frekuensi perdagangan saham 1.798.806 kali dengan volume perdagangan saham 26,4 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 14,9 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.919.
Seluruh sektor saham tertekan. Sektor saham energi turun 7,19%. Sektor saham basic susut 10,25%, sektor saham industri terpangkas 5,63%. Selain itu, sektor saham consumer nonsiklikal tergelincir 4,57%.
Lalu sektor saham consumer siklikal susut 3,96%, sektor saham kesehatan terperosok 5,19%, sektor saham keuangan turun 3,225. Kemudian sektor saham properti melemah 5%, sektor saham teknologi terpangkas 3,09%, sektor saham infrastruktur tergelincir 6,73% dan sektor saham transportasi merosot 5,88%.
